Tingkatkan Produksi Jahe Instant dengan Teknologi Tepat Guna

Pemalang – UKM Minuman Serbuk Jahe Karya Mandiri 1 dan UKM Jahe Instan Karya Mandiri 3 terletak di Desa Gendowang Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. UKM Minuman Serbuk Jahe ini merupakan salah usaha industri yang sangat berpotensi dan merupakan salah satu sumber utama penghasilan penduduk di desa Gendiwang, dengan rata rata kapasitas per hari mencapai 2000 bungkus (1 bungkus = 15 gram) dengan harga Rp. 3.000,00/bungkus.

Namun demikian, proses produksi minuman serbuk jahe di industri Minuman Serbuk Jahe Karya Mandiri 1 dan UKM Jahe Instan Karya Mandiri 3 sampai saat ini masih memiliki beberapa kendala yang sangat berarti. Salah satu bagian dalam proses pengolahan minuman serbuk jahe Karya Mandiri 1 dan UKM Jahe Instan Karya Mandiri 3 yang menjadi penghambat peningkatan kapasitas produksi adalah pada proses pencampuran bahan produksi. Proses pencampuran bahan produksi dilakukan dengan tangan memakai bantuan kayu dan membutuhkan waktu yang lama sampai 3 jam untuk 4 kg bahan produksi.

Oleh karenanya, ketika permintaan pasar tinggi hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan kapasitas produksi sulit ditingkatkan. Problem utama lainnya pada UKM Minuman Serbuk Jahe Karya Mandiri 1 dan UKM Jahe Instan Karya Mandiri 3 adalah peralatan yang digunakan untuk memarut jahe menggunakan alat pemarut tradisional yang sangat sederhana dengan kapasitas relatif kecil dan mengalami kendala sering kali pekerja terkena begian parutan yang menonjol sehingga menimbulkan luka.

Untuk itu, agar produktivitas meningkat, diperlukan penerapan teknologi tepat guna berupa alat pemarut mekanis yang dilengkapi dengan pisau pencacah jahe. Sehingga diharapkan dapat mereduksi waktu proses hingga 50 menit tiap pemarutan (proses produksi minuman serbuk jahe 30 kg / hari) dari awalnya 10 kg/hari. Untuk itu proses lebih efisien dan produktivitas meningkat diikuti peningkatan keuntungan lebih dari 40-60%. Penerapan alat pemarut mekanis ini merupakan solusi yang tepat, karena peralatan murah dan tepat guna dengan kapasitas relatif besar.

Oleh karena itu, Tim pengabdian Stikes Pekajangan Pekalongan yang diketuai oleh Susri Utami, S.Kep, Ners, M.Sc mencoba menerapkan teknologi tepat guna berupa granulator dan mesin pemarut jahe. Dengan alat granulator, pekerja tidak lagi harus mengaduk secara terus menerus selama 3-4 jam, dikarenakan alat tersebut  dilengkapi pengaduk mekanis yang sangat membatu bagi pekerja, sedangkan pemarut jahe cara kerjanya hanya memasukan jahe kedalam mesin pemarut, yang menyebabkan proses pemarutan lebih cepat dan menimalisir tangan pekerja terkena pisau parut (RedG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *