oleh

Terobosan di Era Pandemi, KKN PPM UGM Sosialisasi Pupuk Organik Ember Tumpuk 

Yogyakarta – Kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa UGM melaksanakan kegiatan KKN-PPM UGM Periode 4 secara berani penuh, termasuk proses pengurusan izin, observasi, pelaksanaan, dan pelaporan. Tim KKN-PPM UGM Unit P4 2020-YO-297 Sub-Unit Kepanewon Ngaglik Kalurahan Sukoharjo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair secara berani pada tanggal 15 Januari 2021 pukul 19.30-21.00 WIB melalui berani menggunakan googlemeet .

Sub-Unit Kormasit Sukoharjo, Ngaglik, Sleman Dimas Ari Suryana mengemukakan, kegiatan ini bermula dari permasalahan limbah organik yang cukup meluas, sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja karena dapat menimbulkan pencemaran udara dengan metode bau tidak sedap, mencemari air tanah, dan penyakit. Dilain sisi, limbah organik akan bernilai tinggi dan bermanfaat diolah dengan benar. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi, diharapkan juga diharapkan masyarakat dapat mengolah limbah organik mandiri menjadi pupuk organik cair.

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan narasumber yaitu Nasih Widya Yuwono, SP, MP, Dosen Fakultas Pertanian UGM. Hadir pula Lisna Hidayati, S.Si., M. Biotech sebagai Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKN-PPM UGM Unit P4 2020-YO-297 Kepanewon Ngaglik.

“Semoga Sosialisasi yang diadakan oleh adik-adik yang melakukan KKN di Sukoharjo ini dapat bermanfaat bagi kita semua” ucap Lisna dalam memasukkannya.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kalurahan Sukoharjo khususnya Pandukuhan Yapah, Pandukuhan Purworejo, RT.12 RW.16, dan Pandukuhan Karanglo sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat dan juga masyarakat yang memiliki antusiasme terhadap pengelolaan limbah, terbukti dari diskusi materi yang sangat aktif.

“Saya mewakili seluruh warga, khususnya warga RT.12 dan seluruh warga Perumahan Sukoharjo Indah terima kasih yang tak terhingga kepada mahasiswa atas program KKN Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair. Semoga setelah terlaksana program ini, agar dapat bermanfaat dan berfaedah ”kata Ketua RT.12 RW.16 Pandukuhan Purworejo, Slamet.

Narasumber Nasih Widya Yuwono, SP, MP yang merupakan inovasi teknologi pembuatan pupuk organik cair berupa ember tumpuk.

“Ember tumpuk ini sudah disebarkan dari Sabang sampai Merauke sebagai bentuk tes lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dari sekitar 300 sampel mahasiswa Fakultas Pertanian, sebesar 70% sukses membuat ember tumpuk dan menghasilkan pupuk organik cair ”papar Nasih.

Desain ember tumpuk dilakukan untuk memudahkan pembuatan pupuk organik cair, namun dengan biaya yang murah sehingga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Selain itu, narasumber juga memaparkan salah satu kelebihan desain ember tumpuk yaitu sampah atau limbah yang ada yang dapat segera dimasukan dan diamankan sehingga lalat hijau tidak sempat memakan sampah atau limbah.

Selama kegiatan sosialisasi, masyarakat sangat antusias dan aktif bertanya. Dapat dirangkum bahwa terdapat 6 pertanyaan dari masyarakat mengenai jenis limbah yang tepat untuk digunakan, efektifitas pembuatan pupuk dengan menggunakan ember tumpuk, jenis tanaman apa saja yang cocok, dan penggunaan pupuk organik cair untuk tanaman padi. Selain itu, terdapat pula berbagi pengalaman dan harapan dari warga untuk memperoleh bantuan berupa contoh ember tumpuk agar dapat dijadikan sebagai contoh nyata.

“Apakah dari UGM ada contoh alat yang akan disebarkan ke kampung-kampung, misalkan satu contoh untuk memudahkan warga, karena kalau hanya melihat dari video youtube hanya sekedar coba-coba saja” harap Choky Soemadi, perwakilan masyarakat Pandukuhan Yapah.

Pada kondisi pandemi yang penuh dengan keterbatasan ini, diharapkan masyarakat peserta sosialisasi dapat memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan limbah organik untuk pupuk organik dan dapat pula lebih lanjut dengan narasumber diluar forum sosialisasi. Selain itu, sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat, bahkan dapat memberikan manfaat atau nilai lebih. (RedG / Dimas Ari Suryana)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed