oleh

Rudi: Sebelum Divaksin, Kalau Ada Penyakit Bawaan Segera Lapor

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Forkopimda melakukan sosialisasi vaksin Covid-19 di Dataran Engku Putri, Senin (11/1/2020). Sosialisasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi terhadap vaksin Covid-19 yang nantinya akan disuntikan ke seluruh masyarakat Batam.

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, dari sosialisasi yang diberikan saat ini, tahap pertama yang disuntikan vaksin ialah tenaga medis, aparatur dan juga Pemko Batam.

“Sosialisasi ini memberitahukan terkait vaksin Covid-19, atau memberitahukan informasi yang sama mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah sebelum menyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat, terlebih dahulu dilakukan penelitian, baik dari sisi keamanan hingga segi agama. “Makanya kita undang semua yang berkepentingan, mulai dari tenaga medis seperti dokter dan juga ada dari kementrian agama mengenai status vaksin ini,” ujarnya.

Saat ini sambung Rudi, vaksin Covid-19 berada di Provinsi Kepri. Pemerintah Kota Batam belum mengetahui secara persis berapa banyak vaksin yang diberikan ke Batam.

“Saya belum tahu berapa jumlah vaksin untuk kita (Batam), semua masih ditangan provinsi, tapi yang pasti kebutuhan Batam lebih besar kalau dibanding dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Kata Rudi, untuk memastikan apakah masyarakat Batam bisa di vaksin atau tidak, terlebih dahulu akan dilakukan pengetesan darah. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah seseorang penerima vaksin memiliki riwayat penyakit atau tidak.

“Dari pernyataan dokter spesialis, untuk yang memiliki riwayat penyakit, tolong diberitahukan ke petugas kesehatan. Tapi kalau mau melakukan pengetesan darah bisa dilakukan di RS Awal Bros atau Prodia,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut, masyarakat langsung mendengarkan penjelasan terkait vaksin Covid-19 dari dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Awal Bros Batam dr Widya Sri Hastuti.

Baca Juga  SD N 1 Jatisrono Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Kata dia, per tanggal 8 Januari 2021 angka kasus Covid-19 sudah mencapai 5000an orang yang terpapar Covid-19, artinya saat ini sudah mencapai 80 persen.

“Selama 10 bulan kita semua sudah berjuang melawan virus ini. Awalnya sempat menurun, tapi sekarang sudah meningkat karena kita longgar menerapkan protokol kesehatan. Saat ini Indonesia peringkat kedua setelah Filipina,” ujarnya

Kata dia, untuk angka kematian di Indonesia saat ini mencapai 2,7 persen dan stigma masyarakat terkait Covid-19 masih takut, terutama ketakutan untuk pergi ke rumah sakit.

“Selama ini kita sudah melakukan pencegahan primer, sekunder dan tersier,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat Batam harus melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Misalnya, pakai masker dengan benar, cuci tangan dengan benar dan mengurangi mobilitas ataupun kurangi kerumunan, tidak hanya itu, kurangi aktivitas diruangan tertutup.

“Minimalkan tatap muka dengan orang. Kalau bisa paling lama 15 menit. Jaga jarak minimal 2 meter,” katanya.(redG/Bayu).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed