oleh

Ini Dampaknya Bila Varian Baru Virus Corona Masuk Tanah Air

Jakarta – Hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia mulai menutup akses masuk bagi warga negara asing. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru virus corona yang kini telah menyebar ke beberapa negara. Sebab, virus corona jenis baru ini dikabarkan memiliki kemampuan penularan lebih tinggi, mencapai 70%.

Menanggapi hal ini, Meneri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan adanya varian baru ini, maka ancaman Covid-19 semakin tidak boleh diremehkan. Pasalnya, virus corona jenis baru yang diberi nama VUI-202012/01 itu adalah jenis virus RNA (ribocnuleic acid), yakni tergolong paling besar dalam keluarga virus corona.

“Keluarga virus corona itu banyak. Beberapa sudah menjadi wabah, seperti SARS, kemudian MERS, dan sekarang SARS-CoV-2. Kebetulan virus SARS-CoV-2 ini yang paling besar,” ungkapnya seperti dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (31/12/2020).

Bambang menjelaskan, selain memiliki daya tular yang tinggi, virus SARS-CoV-2 juga memiliki sifat mudah beradaptasi dengan inangnya (host). Kemudian proses mutasi dan adaptasi itu terjadi baik dari host ke host, kemudian lintas etnis, dan akhirnya dari satu wilayah ke wilayah lain.

Kendati demikian, meski memiliki daya tular yang tinggi, berdasarkan bukti-bukti yang ada di Inggris, kata Bambang, namun virus ini tidak begitu berbahaya bagi pasien.

“Salah satu yang diserang dari varian baru ini adalah dia ‘menyerang’ bagian yang disebut sebagai receptor binding domain,” tuturnya.

Sementara itu, Bambang mengatakan, bila varian baru itu menyebar di Indonesia, maka dampaknya bisa memperburuk pandemi di Tanah Air. Namun, ia memastikan hingga saat ini di Indonesia ada yang teridentifikasi varian VUI-202012/01 tersebut.

“Tetapi, belum ada bukti kalau varian ini sudah menyebar di Indonesia. Meskipun harus diakui, genomik dan molekuler surveilans kita tidak secanggih seperti Inggris,” ujarnya. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed