oleh

Tren Ekspor Ikan Hias dari Bandung Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta – Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung, Dedi Arief mengungkapkan, pandemi Covid-19 tak mempengaruhi sektor bisnis ikan hias di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, selama tahun 2020 tren ekspor ikan hias dari Bandung mengalami peningkatan yang menggembirakan, yakni naik 7,69%.

“Pandemi malah naik 7,69% dari sisi volume yang kita ekspor,” ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (27/1/2021).

Dedi menjelaskan, untuk periode 2018 BKIPM Bandung mengekspor sebanyak 20.431.156 ekor ikan hias senilai Rp73,3 miliar. Angka ini kemudian meningkat menjadi 21.672.096 ekor dengan nilai Rp79,9 miliar selama tahun 2019. Kemudian di tahun 2020 lonjakan ekspor naik mencapai 23.317.318 ekor dengan nilai Rp93,3 miliar.

“Tentu ini menunjukkan permintaan semakin meningkat. Dari sisi nilai ekspor, lonjakannya sebesar 16,68% di tengah kondisi pandemi,” ungkapnya.

Sementara itu, komoditas ikan hias yang sangat diminati oleh pasar ekspor, menurut Dedi, di antaranya jenis ikan tetra, rasbora dan udang hias. Adapun kolektor peminat ikan-ikan hias ini antara lain berasal dari 51 negara. Di mana 3 negara peminat ikan hias paling besar adalah Jepang, Amerika Serikat dan Singapura.

“Yang lebih membanggakan lagi, UPT BKIPM Bandung menduduki peringkat 2 ekspor ikan hias nasional,” kata Dedi.

Adapun dampak makro hulu kegiatan ekspor ikan hias dari Bandung, menurut Dedi, para eksportir ikan hias memiliki pegawai sekira 60 orang dengan pendapatan rata-rata perbulan sebesar Rp4 juta per orang. Angka pelibatan dari komoditas ikan hias ini semakin luas ketika eksportir juga bermitra dengan para pembudidaya.

Berdasarkan pendataan BKIPM Bandung, kata dia, terdapat 100 pembudidaya yang bekerjasama dengan eksportir melalui skema kemitraan. Di mana masing-masing pembudidaya memiliki sekitar 3-4 orang pekerja.

Baca Juga  UMKM di Tangsel Koperasi Anggrek Bulan Go Internasional

“Dari situ, bisa kita lihat bahwa 1 eksportir memberikan kontribusi pendapatan masyarakat kira-kira 460 orang perbulan,” tandas Dedi.

Dedi pun memastikan, bahwa pihaknya akan terus memberikan pelayanan guna meningkatkan ekspor dari Bandung. Bahkan, kata dia, pihaknya tak segan untuk melakukan jemput bola agar para pelaku usaha tertarik untuk menjadi eksportir.

“Peluang (ekspor) ada, jadi kita akan terus jemput bola. Pandemi bukan halangan bagi kita untuk memberikan pelayanan terbaik, apalagi ada perputaran ekonomi di situ,” pungkasnya. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed