PEMALANG (g-news) – “Ada atau tidak ada impor beras, kita tidak ada masalah karena Pemalang surplus beras, kita juga menjadi penopang beras untuk kabupaten/kota lain baik di Jawa Tengah maupun daerah lain.”

Hal tersebut disampaikan bupati Pemalang H. Junaedi kepada beberapa wartawan usai melaksanakan panen raya di area persawahan desa Paguyangan kecamatan Bantarbolang kabupaten Pemalang, Rabu (21/02).

Bupati Pemalang H. Junaedi didampingi Forkopimda kabupaten Pemalang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius serta kelompok tani Budi Tani desa Peguyangan serta para petani desa melakukan Panen Raya Klaster Padi Bank Indonesia di area persawahan Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang.

Dalam panen tersebut Bupati menyampaikan, pola tanam secara keseluruhan sudah diatur dalam Peraturan Bupati tentang peraturan pola tanam. Sedangkan yang berkaitan dengan acara Panen raya klaster padi Bank Indonesia, lebih lanjut dijelaskan, selain dengan Bank Indonesia yang sedang mengadakan demplot tentang penanaman padi dengan luasan 20 hektar yang menggunakan varitas baru jasil penelitian IPB 3S, hal yang sama sebelumnya juga pernah dilakukan dengan pihak-pihak lainya.

IPB 3S menurut Bupati, Tekhnologinya telah kita buktikan dengan beberapa keunggulan. Apabila tekhnologi tersebut lebih dimaksimalkan atau diperkuat lagi, maka hasilnya bisa sampai 10,5 lima ton per hektar.

Ditambahkan bahwa Terkait impor beras, Bupati mengemukakan, ada atau tidak ada impor, Pemalang tidak ada masalah karena pemalang surplus, juga menopang untuk kabupaten/kota lain di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah.

” Pemalang surplus sampai 200 ribu ton per tahunnya,” pungkas Bupati Pemalang. (nfp)

Tinggalkan Komentar