oleh

Virus Korona dan Pentingnya Pengelolaan Risiko

Oleh :  Ahmad Aziz Putra Pratama – (Owner & Founder Monster Laut Indonesia dan Karya Pratama)

Sejak merebak di awal Desember 2019, kehadiran novel coronaviruses telah menyita perhatian seluruh masyarakat dunia. Betapa tidak, hingga kini setidaknya terdapat 305 korban meninggal dunia akibat virus ini. Tak hanya itu, jumlah kasus pun meningkat sebanyak 14.300 kasus per minggu di seluruh dunia. Alhasil, beberapa pengamat menyimpulkan korban virus ini telah melampaui penye- baran severe acute respiratory syndrome (SARS) dan middle east respiratory syndrome (MERS) beberapa tahun yang lalu. Realitas tersebut memicu penutupan sejumlah kota di China.

Atas kondisi tersebut, aktivitas perekonomian terhenti, demikian pula dengan aktivitas pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Apabila situasi ini kian tak terbendung, maka terbayang berapa besar kerugian yang harus ditanggung oleh semua pemangku kepentingan. Menyikapi penyebaran coronaviruses sebenarnya dapat dilakukan dari sisi manajemen risiko. Secara konseptual, risiko identik dengan masalah yang berpeluang terjadi di masa depan.

Jika saat ini virus teridentifi kasi berasal dari Huanan, pasar makanan laut di kota Wuhan Provinsi Hubei, maka bisa jadi virus yang sama juga dapat terjadi di lokasi lain. Artinya tidak menutup kemungkinan virus juga berkembang di lokasi yang dekat dengan kita. Bila demikian, apa saja yang harus dipelajari dari realitas ini?

Pertama, para pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk mendefinisikan sebuah keadaan darurat jika sewaktu-waktu virus yang sama terjadi di wilayah kita.

Hal ini termasuk siapa saja pihak yang ikut bertanggung jawab dalam menyusun rencana penanganan keadaan darurat ini, serta upaya awal yang harus diambil guna mengatasi kondisi tersebut. Semua langkah itu diperlukan guna membatasi gerak ruang virus dalam mengan- cam stabilitas kehidupan masyarakat. Tujuannya adalah untuk meredam potensi kepanikan di masyarakat. Apabila kepanikan itu tidak terbendung, maka elemen pertama yang terpapar dampak adalah sektor ekonomi dan bisnis. Sebagian masyarakat berusaha memproteksi diri dari ancaman penurunan kinerja ekonomi, sebagian lagi berupaya meraup keuntungan maksimal dari kondisi yang ada. Informasi terkait langkah darurat ini harus dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat, sama seperti informasi terkait upaya penyelamatan bencana alam gempa bumi maupun banjir bandang. Beberapa hal penting seperti di mana saja lokasi yang aman dan dapat digunakan sebagai titik kumpul ketika bencana terjadi, siapa saja pihak berwewenang yang dapat dihubungi untuk memperoleh bantuan serta langkah antisipasi awal yang harus dilakukan merupakan kategori informasi yang perlu dipahami oleh masyarakat secara bijak.

Baca Juga  Efektivitas Pembelajaran Daring di  Masa Pandemi  Covid-19  

Kedua, perlu dilakukan upaya mengidentifi kasi peluang terjadinya bencana maupun dampak yang ditimbulkan. Hal ini penting agar kita dapat mengetahui kejadian mana yang menempati risiko sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai. Artinya ketika terdapat dua atau lebih bencana yang terjadi maka kita akan dapat menentukan skala prioritasnya. Mana bencana yang harus diwaspadai secara lebih cermat dibandingkan dengan bencana yang lain. Selanjutnya langkah ketiga adalah upaya menghadapi bencana. Beberapa alternatif yang dapat dirumuskan adalah pertama, menghadapi risiko. Hal ini perlu diambil jika kita tak lagi mampu membendung peluang terjadinya bencana. Kedua, menghindari risiko. Upaya ini dapat diambil jika masyarakat mempunyai pilihan menghindar dari risiko. Salah satu opsi cara yang dapat dipahami sebagai upaya untuk menghindari risiko coronaviruses adalah dengan tidak bepergian ke wilayah yang terpapar virus.

Alternatif ketiga adalah memitigasi bencana. Langkah ini dilakukan dengan mengurangi peluang terjadinya maupun menurunkan dampak bila bencana terjadi. Di sinilah upaya menurunkan potensi kerugian akibat bencana dapat dilakukan.

Selanjutnya alternatif keempat memindahkan risiko bencana kepada pihak lain. Upaya ini umumnya dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penerima risiko seperti perusahaan asuransi.

Atas hadirnya virus ini, ke depan akan berkembang produk asuransi kesehatan yang turut menanggung risiko khusus seperti coronaviruses. Instrumen ini perlu menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menurunkan dampak kerugian yang di- tanggung ketika epidemi menyebar.

Kita semua berharap virus tidak sampai menyebar luas di Nusantara. Namun upaya mengantisipasi kondisi tersebut diyakini cukup vital. Langkah antisipasi sejak dini mutlak diperlukan agar semua kepentingan dapat tetap terpelihara. Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda! (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed