Bersih Mulut dan Gigi, Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Lakukan Ini 

Jepara – Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan baik anak-anak maupun masyarakat pada umumnya. Anak-anak khususnya anak TK/RA sering tidak memperhatikan kesehatan mereka, mulai dari makan sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum makan dan lain sebagainya.

Berdasarkan observasi dan penelusuran, hal ini juga terjadi pada anak-anak di Desa Demangan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Pemahaman dan kesadaran anak-anak yang masih kurang terhadap kesehatan, khususnya mengenai langkah-langkah mencuci tangan dan menggosok gigi dengan baik dan benar.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan penyuluhan dan sosialisasi mengenai sikat gigi dan cuci tangan bertujuan memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pentingnya hidup sehat. Selain itu, untuk mengajarkan kepada anak-anak sejak dini, mengingat betapa pentingnya menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar.

Penyuluhan ini diikuti sebanyak 86 siswa RA Mafatikhul Akhlaq yang di dampingi Dr. Parti untuk materi gosok gigi sedangkan untuk penyuluhan cuci tangan disampaikan oleh Dr. Tiwi, selasa (4 /2).

Seusai memberikan materi pada anak RA, dilanjutkan dengan mengajak kepada anak-anak untuk bersama-sama mencoba mempraktikan peragaan menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi baik dari pihak RA karena telah membantu dalam memberikan edukasi tentang gosok gigi dan cuci tangan.

“Dari kami (pihak RA) sangat senang dan bangga sekali kepada mahasiswa KKN UPGRIS 2020 dan puskesmas Tahunan karena telah membantu memberikan edukasi baru kepada anak-anak” Tutur Yatini selaku guru RA.

Budayakan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa RA Di Desa Demangan Bawa Tumbler. Ini bertujuan mengurangi sampah plastik, Mahasiswa KKN UPGRIS mengimbau para siswa RA Mafatikhul Akhlaq di Desa Demangan untuk membawa tumbler alias botol minum sendiri ke sekolah.

“Melalui bantuan himbauan dari pihak kampus, kami pun turut serta mengimbau para siswa siswi RA Mafatikhul Akhlaq di Desa Demangan untuk membawa tumbler ke sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini dilakukan untuk turut serta melakukan gerakan mengurangi sampah plastik di lingkungan sejak dini.” tutur Sarnila dari divisi kesehatan.

Ia menjelaskan, sampah plastik menjadi ancaman serius terhadap kelestarian bumi, antara lain karena tidak bisa terurai dalam waktu yang cepat atau membutuhkan waktu pembusukan hingga ratusan tahun.
Oleh karena itu, ujar dia, perlu langkah nyata terhadap pengurangan penggunaan berbagai bahan yang bisa menambah sampah plastik.

Meskipun kegiatan tersebut tidak bisa secara langsung dan 100 persen menghilangkan produksi sampah plastik tetapi setidaknya sudah ada aksi nyata sebagai upaya serius mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Demangan dalam mengurangi penggunaan berbagai barang yang mengakibatkan sampah plastik dan membangun budaya ramah lingkungan.

“Para siswa di lingkungan sekolah bisa menjadi contoh dan agen perubahan bagi lingkungan disekitarnya, untuk mengganti minuman kemasan dengan tumbler yang bisa diisi ulang. Kalau semisal ada acara atau kegiatan, bisa menggunakan gelas.” Tutur Aida Belinastuti dari divisi kesehatan.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi baik dari pihak sekolah karena telah membantu pihak sekolah untuk mengedukasi tentang lingkungan kepada siswa.

“Membiasakan membawa tumbler ke sekolah merupakan langkah kecil yang sangat berguna bagi masyarakat lingkungan sekolah, terutama siswa.” Kata Yatini selaku guru RA Mafatikhul Akhlaq. (RedG/Rofiqoh N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *