oleh

“TARI NANAS MADU BELIK PEMALANG: SIMBOL KEBUDAYAAN DAN TRADISI YANG BERHARGA”

Penulis : Mochamad Gany Al Akbar (SMAN 1 Belik)

Pemalang – Di tengah gemerlap perkembangan zaman, kekayaan budaya Indonesia tetap menjadi
kebanggaan yang harus di jaga dan dilestarikan. Seperti pemikiran kreatif dari seorang guru seni
di SMA Negeri 1 Belik dan juga pemilik sanggar Tari Tilamsari yang berlokasi di Desa Bulakan
Kecamatan Belik: Tri Hina Windi Asih telah melahirkan sebuah karya yang memikat: Tari
Nanas Madu pada tahun 2014. Merupakan sebuah warisan budaya yang tak hanya mempesona
secara visual, tetapi juga mengandung nilai dan makna yang mendalam sehingga menarik untuk
di pahami. pencipta tari Nanas Madu merupakan seorang sarjana pendidikan seni tari warga asli
Desa Bulakan Kecamatan Belik, desa ini merupakan salah satu desa di kawasan Desa Wisata
Nanas Madu Pemalang.

Makna Filosofis
Nanas madu kerap dibudidayakan dengan tekun oleh petani lokal dan menjadi sumber
penghasilan bagi masyarakat setempat. petani di desa Belik telah mengembangkan teknik bertani
yang terampil untuk menumbuhkan nanas madu dengan rasa dan aroma yang khas, nanas
tersebut telah menginspirasi keberadaan tari nanas madu, tarian yang menggambarkan keindahan
dan kelembutan gerakan yang terinspirasi oleh bentuk, warna, dan karakteristik lain dari nanas
madu.

Kekayaan Gerakan Tari
Pada setiap gerakan para penari menggambarkan kisah tentang petani nanas madu desa belik
mulai dari proses panen hingga proses memetik nanas. tarian ini dibawakan oleh sekelompok
penari perempuan dengan konsep gerakan tari yang sederhana namun elok dan penuh makna , di
kawasan desa wisata nanas madu Pemalang salah satu nilai yang dipegang teguh adalah
semangat gotong royong, cinta terhadap lingkungan yang bersih, serta sikap saling menghargai
antar sesama.

Baca Juga  Pasar Randudongkal Disemprot Disinfektan

Seni tari di kenal dengan kekayaan gerakan yang beragam contohnya pada tarian dari desa Belik
ini, Tari Nanas Madu. “Saya terinspirasi dari petani Nanas Madu di desa saya, dilihat dari cara
mereka menanam dan memanen nanasnya, memang terlihat sederhana namun kaya akan makna”
ucap Tri Hina Windi Asih. Para penari mampu menggambarkan kisah dan nilai-nilai tersebut
kepada penonton, sehingga memberikan pengalaman yang mendalam dan memikat.

“Dalam tari Nanas Madu, terdapat 16 ragam gerak yang terbagi menjadi 3 bagian utama:
pembuka, isi, dan penutup. Bagian pembuka meliputi Jalan lembeyan, Encot Tumpang Tali,
Sendi 1, Geol Tregel, dan Sendi Putar. Sementara bagian isi terdiri dari Tumpang tali lombo,
Ulap-ulap sinawang, sendi, nyingsal lengen, egot sampur, srisig, dan dolanan sampur. Bagian
penutup meliputi Nali jarit, siap panen, dolanan keranjang, met nanas, dan jalan tregel.” ucap
sang pencipta tari. Lalu, bagaimana dengan arti dari setiap gerakan tarinya? Mari kita telusuri
lebih dalam.

Pada setiap gerakan tari nanas madu tidak hanya sekedar gerakan tubuh, tetapi juga mengandung
makna filosofis yang dalam. Jalan lembeyan: gerakan langkah kaki yang lembut melambangkan
kesopanan, tata Krama, dan keanggunan seorang wanita, Encot tumpeng tali: gerakan yang
menggambarkan pentingnya gotong royong dan kerja sama dalam mencapai tujuan, Sendi 1:
Simbol kekokohan dan kestabilan serta memiliki dasar yang kuat dalam kehidupan, Geol tregel:
menggambarkan keberanian untuk melewati berbagai rintangan, Sendi putar: melambangkan
perubahan untuk menjadi lebih baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Dengan demikian setiap
gerakan dalam tarian nanas madu tidak hanya sekedar menyajikan keindahan visual, melainkan
mengisahkan kehidupan petani nanas sederhana namun memiliki ciri khas yang unik.

Baca Juga  Warungpring Bersholawat Bersama Habib Luthfi

Sepercik Pengalaman Dalam Menari
Penari tari nanas madu pasti sangat bangga karena dapat mengekspresikan kearifan lokal dalam
seni tari, seperti yang dikatakan oleh Nadira seorang penari nanas madu “Saat saya menari Tari
Nanas Madu, saya merasa anggun, elok serta bersemangat. dan saya merasakan kebahagiaan
pada setiap langkahnya, Ini adalah pengalaman yang menggetarkan dan membawa kegembiraan
yang tak terlupakan karena menari adalah salah satu hobi saya” menuangkan hobi di tempat yang
tepat dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepuasan pada diri sendiri serta memberikan
kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan memudahkan untuk memperluas jaringan
sosial.

Peran Masyarakat Dalam Mengembangkan Tradisi Seni Tari Nanas Madu
“Masyarakat selalu mendukung dan mengapresiasi setiap kali ada pementasan tari nanas madu,,
anak anak pun mulai banyak yang berlatih tari nanas madu dari tingkat usia dini hingga dewasa,
sehingga eksistensi tari nanas madu tetap terjaga” tutur pencipta sekaligus pelatih tari ini. Seni
tradisional memiliki nilai luhur yang tinggi. Salah satu cara untuk melestarikan budaya dengan
melakukan kolaborasi antar generasi sangat di kedepankan.

Tari nanas madu bukan hanya sekedar tari biasa namun memiliki keindahan visual serta makna
filosofis yang dalam, nilai yang terkandung didalamnya seperti gotong royong, keberanian, serta
sikap saling terbuka terhadap dunia lokal maupun luar. Maka dari itu menjaga seni budaya lokal
menjadi hal yang harus di lestarikan khususnya oleh para generasi muda. (RedG/*)

Komentar

Tinggalkan Komentar