Pemalang – Sejarah suatu bangsa selalu dimulai dengan cerita, yang bercerita tentang peran besar para pemuda. Entah itu sebuah revolusi ataupun reformasi, maka pemuda selalu menjadi aktor sejarah yang senantiasa hadir ketika suatu bangsa membutuhkan ide besar dalam perjuangannya. Ide besar yang muncul dari sebuah inspirasi murni yang keluar dari kejernihan akal dan nurani kaum muda. Inspirasi yang memunculkan ide-ide besar dan pada akhirnya menghasilkan kinerja besar untuk mengubah arah haluan sejarah suatu bangsa. Mereka tidak hanya memulai perubahan, tapi juga mengisi perubahan itu dan menuntaskannya. Maka dari itu, wajar jika dikatakan bahwa takdir sejarah senantiasa hinggap ditangan para pemuda.

Pemuda ialah generasi yang nantinya akan membentuk wajah dan kepribadian negara. Diera modern ini sebenarnya banyak sekali peluang dalam berbagai hal untuk ajang berkreatifitas bagi kaum muda, akan tetapi permasalahan dimasyarakat kita ini, kurang adanya pemaham dan pengalaman, juga kurangnya motivasi dikalangan kaum muda, sehingga kebanyakan pemuda cenderung tidak sadar akan potensi yang dimilikinya.

Hal ini sungguh sangat disayangkan, melihat potensi-potensi kaum muda tersiasiakan. Dengan berlatar belakang permasalah dikalangan pemuda ini, menggugah kepekaan para mahasiswa STIT PEMALANG, melalui BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) bertempat digedung serba guna Warungpring, Pemalang, pada tanggal 03 february 2018 dalam acara SEMINAR MOTIVASI dengan tema “YANG MUDA YANG KREATIF” diharapkan nantinya dapat membentuk jiwa kepribadian serta pola pikir dikalangan kaum muda agar lebih kreatif dalam menjalani masa muda.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB tepat ini berlangsung dengan khidmat dan begitu interaktif dengan narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing diantaranya ialah; Drs. H. Ahmad Hamid, M. Pd selaku ketua STIT Pemalang.

Didampingi juga oleh ibu Sri Fariyati M.Si (wakil ketua III bidang kemahasiswaan) STIT Pemalang. Serta bapak Usman Hasyim yang didatangkan langsung dari DPP MADANI. Para audien pun datang dari berbagai kalangan ada dari unsur mahasiswa, pelajar SLTA dan organisasi-organisasi kepemudaan.

Dimoderatori oleh ismi wasdiyana (mahasiswa STIT Pemalang) diskusi dimulai dengan bapak Usman hasyim mejelaskan tentang kepemudaan dari sudut pandang praktisi, disambung oleh bapak Ahmad Hamid yang lebih condong menjelaskan kepemudaan dari segi akademisinya serta dibarengi oleh ibu Sri Fariyati yang menonjolkan kepemudaan dari lingkup organisasi. Setelah para narasumber menjelaskan banyak hal, pertanyaanpun muncul dari berbagai sudut audien, suasana diskusi begitu hidup antar audien dan narasumber terjalin intraksi yang harmonis, sampai tak terasa waktu berjalan dengan cepat hingga pukul 04.00 WIB, moderator pun menyimpulkan hasil diskusi tentang kepemudaan tadi dan sekaligus menutup acara seminar dengan do’a.
Pemuda memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi pilar-pilar pembangunan sebuah negara. Jika para generasi muda itu dipersiapkan dengan pembinaan yang membuatnya tumbuh besar maka ia kelak akan menjadi insan-insan pengukir prestasi dalam sejarah peradaban negeri ini, sebaliknya jika ia diperlakukan biasa saja bahkan dibuat tidak pernah berpikir mandiri maka ia hanya akan membebani bangsa ini. (admin)

Tinggalkan Komentar