Pemalang – Bupati Pemalang Dr. H Junaedi, diwakili oleh kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suharto, S.iP. M.Si melaksanakan panen perdana budidaya ikan lele kelompok tani pembudi daya lele ‘Mutiara’ di desa Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang, Senin (29/6).

Kelompok budidaya ikan lele di desa Kaligelang ini sudah dimulai sepuluh tahun lalu, tetapi baru dikukuhkan dengan berbadan hukum pada tahun 2019. Menurut ketua kelompok tani budidaya ikan lele Sudianto, kelompok tani budidaya ikan lele Mutiara ini awalnya beranggota 12 orang, dalam perkembangannya saat ini beranggota 30 dengan anggota aktif 22 orang.

“Saat ini sudah ada 100 kolam produktif, dengan produktivitas 1.800 kg per kolam” katanya.

Dukungan pemerintahan kabupaten Pemalang melalui Dinas perikanan dan Kelautan terasa manfaatnya oleh anggota kelompok. Pemkab telah menggelontorkan dana sebesar 57 juta rupiah yang diwujudkan dalam bentuk bantuan terpal, pakan, dan alat pembuat pakan.

“Kedepannya akan ada bantuan sebesar 800 juta rupiah dari kementrian KKP yang diwujudkan 48 kolam bundar dengan sarana prasarana lainnya” kata kadis Perikanan dan Kelautan Pemkab Pemalang, Suharto.

Suharto berharap, desa Kaligelang ini menjadi “kampung lele” yang menjadi icon perikanan di Kabupaten Pemalang.

Tentunya dengan adanya kampung lele ini, Suharto berharap adanya multi layer efek. Dimana ada komprehensif antara budidaya lele dengan sektor lainnya antara lain pertanian, pedagangan dan pariwisata.

Harapan kami, hal ini ada dukungan semua pihak karena dengan adanya budidaya lele dengan sistem biofloks ini, air nya mengandung mineral tinggi dapat digunakan sebagai pupuk penyiraman tanaman.

“Kami mendukung adanya budidaya jambu Delli, dengan memanfaatkan air buangan dari kolam lele tersebut.” kata Suharto.

Tentunya perlu diperhatikan pula masalah pemasaran dan variasi olahan makannya. (RedG/SWE).

Tinggalkan Komentar