Bangka Barat-Belajar dan pembelajaran berlangsung sepanjang hayat sejauh hal itu diperlukan, Manusia belajar sesuai dengan kebutuhannya Masing-masing sehingga tujuan pembelajaran tersebut akan memberikan kontribusi kepada kehidupan individu sesuai dengan kapasitas dan kebutuhannya.

Dalam hal ini Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat sekali lagi melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melaksanakan Pelatihan Keterampilan Membuat Aksesoris dari bahan manik-manik yang Merupakan Salah satu upaya meningkatkan ketrampilan tambahan guna menunjukan hasil yang nyata cepat dan langsung dapat dimanfaatkan dan dirasakan hasilnya serta dapat mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian keluarga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah, Beralamatkan di Masjid Agung Baiturridho, Dusun Pal 4 Kec, Muntok Kab, Bangka Barat, Jum’at 20 November 2020.

Kegiatan kali ini merupakan kegiatan dengan sasaran meningkatkan perekonomian kemasyarakatan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta pelatihan berupa keterampilan tambahan, peluang meningkatkan pendapatan, menumbuhkan kemandirian, dan meningkatkan produktivitas.

Selanjutnya instruktur yang merupakan Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab.Bangka Barat Karlena Yulia, S.I Pust, Menjelaskan tentang keterampilan membuat aksesories dari manik-manik dimana dalam proses pembuatannya sangat menyenangkan dan mudah dibuat sehingga dari segala usia bisa membuatnya bahkan anak-anak sekalipun, Kemudian peserta dibagikan bahan dan diberi penjelasan tentang nama bahan dan jenis bahan berikut masing-masing harganya serta tempat pembeliannya, Contoh bentuk-bentuk yang sudah jadi dan variasinya serta kemungkinan pengembangan ide-ide yang dapat dilakukan dan harga jual kemasan serta pangsa pasarnya, seperti untuk dijual eceran, dijual di counter khusus, untuk souvenir hajatan seperti pernikahan sunatan dsb, Ungkap Karlena.

Selanjutnya peserta diajarkan membuat kerajinan dengan langsung praktek, dan bagi peserta yang telah selesai langsung diajarkan membuat kerajinan lainnya kemudian diberikan tambahan bahan untuk praktik pengembangan di rumah masing-masing .

Hasil yang didapat dari pelatihan ini adalah semua peserta dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, Tentu saja dengan kecepatan dan kerapihan yang berbeda-beda, Akan tetapi seluruh peserta dapat menyelesaikan tugasnya dengan tuntas hal ini dapat dilihat dari minat peserta yang sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dengan keberhasilan mereka membuat aneka aksesories seperti yang diajarkan bahkan peserta menginginkan diadakan lagi kegiatan serupa untuk ketrampilan yang berbeda, Ujar Karlena. (RedG/Prima)

Tinggalkan Komentar