oleh

Fahmi Arifin Kembangkan Produk Unggulan Olahan Melati Bersama Masyarakat Kaliprau 

 

Pemalang – Kabupaten Pemalang memiliki masyarakat pesisir yang banyak berprofesi sebagai pembudidaya melati. Saat ini, komoditas melati dijual dalam bentuk bunga segar. Sebagai upaya memberikan nilai tambah, dosen Teknik Kimia UNDIP  Fahmi Arifan, ST, M.Eng melakukan pemberdayaan melalui hilirisasi riset. Hasilnya, produk melati dapat dikembangkan menjadi teh akar melati. Untuk memaksimalkan upaya pemberdayaan ini, Fahmi merancang serangkaian kegiatan berupa KKN Tematik yang diselenggarakan di Desa Kaliprau Pemalang.

 

Memanfaatkan potensi yang ada di desa Kaliprau yang kaya akan tanaman melati, Fahmi Arifan bersama tim KKN menciptakan inovasi berupa aneka produk olahan melati. Olahan yang diciptakan berupa produk makanan seperti sirup, jelly, minuman serbuk, nori, dan dodol. Semua produk tersebut dibuat dengan bahan dasar melati. Selain itu, dibuat pula produk-produk kosmetik berbahan melati seperti lotion, handsanitizer, dan pengusir nyamuk. Produk produk tersebut memiliki keunggulan yang berasal dari kandungan zat pada melati, seperti : eteris, Indole, Linalcohol, Asetat Benzilic, Alkohol Benzilic, Livalylacetat, dan keton.

Foto inovasi berupa aneka produk olahan melati desa Kaliprau

Inovasi produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Desa Kaliprau, disertai dengan pendampingan proses produksi sederhana. Tim KKN mendampingi anggota kelompok tani melati yang ada di Desa Kaliprau agar mampu memilih bagian-bagian tanaman melati yang sesuai dengan kriteria pembuatan produk. Selanjutnya, tim KKN melakukan demo produksi yang diikuti dengan praktek produksi oleh anggota kelompok tani serta masyarakat setempat. Tim KKN terlibat secara penuh dalam pendampingan tersebut, mengingat kegiatan KKN dilaksanakan dalam jangka satu bulan. Selain melakukan pendampingan proses produksi, tim KKN juga melakukan pendampingan perizinan produk dan stadardisasi. Tujuaannya adalah agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran serta aman dikonsumsi oleh masyarakat. Aspek penjualan juga dibangun oleh tim KKN ini. Ditemui saat mendampingin tim KKN melaksanakan program, Fahmi Arifan menegaskan “Kami telah melakukan penelitian tentang potensi melati untuk dibuat berbagai produk, dan pada periode ini kami perkenalkan kepada masyarakat seperti inovasi dalam proses pengolahannya hingga menjadi produk. Kami siapkan juga pendampingan untuk izin produk hingga penjualan”

Baca Juga  MoU Perumda Tirta Mulia Pemalang dengan KPH Banyumas Timur, Titik Terang Penyediaan Air Bersih di Pemalang Selatan

Fahmi Arifan, yang memiliki bidang keahlian teknologi pangan di Teknik Kimia UNDIP, menambahkan “Melalui program pengabdian dan KKN ini kami harapkan masyarakat Desa Kaliprau tergerak untuk melanjutkan aneka produksi ini menjadi bisnis dan melati dari Kaliprau menjadi produk andalan Pemalang”. (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar