Tim pengabdian Universitas Diponegoro mendampingi UKM Ogel-Ogel Cipta Jaya dalam menggunakan alat pencetak ogel-ogel

Pemalang – Keberadaan kuliner khas daerah merupakan bagian dari brand sebuah daerah. Bahkan beberapa daerah kuliner khas telah membantu memangkat popularitas suatu daerah. Terlebih jika dikaitkan dengan upaya pengembangan kepariwisataan, makanan khas ikut andil memperkenalkan potensi pariwisata kepada masyarakat luas. Kabupaten Pemalang yang berada di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah juga memiliki sejumlah makanan khas yang cukup dikenal, seperti Nasi Grombyang, Ogel-Ogel, Kamir, Sate Loso dan Manisan Gandul. Kuliner ogel-ogel merupakan makanan khas Kabupaten Pemalang, dimana kuliner ini memiliki bentuk penganan kecil gurih dan renyah terbuat dari bahan baku tepung beras ketan.

 

Makanan ini dibuat dari bahan tepung beras dengan bumbu-bumbu bernuansa gurih, gula, garam, dan keju yang dicampur menjadi adonan kenyal. Adonan tersebut kemudian dicetak dengan bentuk bulat lonjong dan kemudian digoreng. Di kota Pemalang makanan ini mudah didapatkan di toko, pusat perbelanjaan dan rumah makan dengan harga terjangkau. Ketua tim pengabdian, drh.Siti Susanti Ph.D, melihat fenomena ogel ogel yang dikenal masyarakat sebagai makanan khas Pemalang memiliki potensi untuk dijadikan produk unggulan.

Sebagai industri yang menjadi bagian dari potensi unggulan, kekurangan pada proses produksi adalah proses pencetakan dan penggorengan. Seperti pada UKM Ogel-Ogel Cipta Jaya yang berada di RT 01 RW 01 Desa Kaligelang Kecamatan Taman, Pemalang. Proses pencetakan ogel-ogel masih dikerjakan secara manual sehingga ukurannya tidak seragam dan memakan waktu lama. Apalagi ketika ada pesanan yang cukup banyak. Ketua tim pengabdian, drh.Siti Susanti Ph.D, menyatakan bahwa proses ini tidak efisien dan memberikan solusi berapa penerapan alat pencetak ogel-ogel. Melalui proses perancangan yang dibuat di kampus Undip, alat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencetakan Ogel-Ogel. Setelah penerapan alat, pemilik UKM ogel-ogel Cipta Jaya menyatakan bahwa proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien.

Kekurangan lain dalam pengembangan kuliner ogel-ogel adalah pada proses pengemasan yang masih sederhana. Seperti pada UKM Sentosa yang terletak di RT 02 RW 01 Desa Kaligelang Kecamatan Taman. UKM tersebut menggunakan kemasan plastik yang disteples ataupun memakai lilin sebagai perekat plastik dengan kapasitas relatif kecil. Kedua metode pengemasan tersebut tidak higienis dan rentan mengalami kontaminasi bakteri selama masa penyimpanan. Sebagai solusi, tim pengabdian ini menerapkan alat pengemas vakum untuk UKM kuliner ogel-ogel. Alat pengemas yang diberikan telah diterapkan dan memperkecil kemungkinan adanya kontaminasi bakteri. Pemilik UKM Sentosa mengatakan bahwa kemasan ogel-ogel yang dibuat dengan alat tersebut membuat produknya lebih menarik dan meyakinkan serta berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penjualan. (RedG)

Tinggalkan Komentar