oleh

Wakil DPRD Bateng Optimis Perubahan RTRW

Jakarta – Wakil Ketua I DPRD Bangka Tengah (Bateng), Batianus menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Wakil Bupati Bateng, Herry Erfian, Ketua DPRD Bateng, Me Hoa, Anggota DPRD Bateng, Tasmin Tamsil, Anandar, dan Budi Darma, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bateng, Ariyanuar Prihatin, Plt Kepala Dinas PUPR Bateng, Rahmad, Senin (15/11/2021).

Batianus mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bateng yang menurutnya banyak yang harus dilakukan penyesuaian kembali.

“Terkait dengan ESDM, ada beberapa titik yang harus kita revisi, ini menyangkut dengan eks KK PT. Kobatin. Seperti Kenari dan Merbuk itu kalau di RTRW Bateng adalah kawasan permukiman, sedangkan di RTRW provinsi itu kawasan pertanian,” kata Batianus, Senin (15/11/2021).

Ia mengatakan untuk perubahan RTRW pihaknya harus melakukan koordinasi bersama pihak ESDM karena dua lokasi Merbuk dan Kenari merupakan wilayah eks PT. Kobatin yang saat ini statusnya masih wilayah pencadangan negara.

“Kami sangat mengharapkan pihak ESDM segera melimpahkan wilayah-wilayah eks KK PT. Kobatin ke Pemkab Bateng untuk bisa dikelola, karena kita jujur saja dana bagi hasil timah itu melorot hingga Rp. 50 miliar,” katanya.

Terkait pengelolaan oleh pihak pemkab, Batianus mengungkapkan ada beberapa pilihan pola yang bisa diambil tergantung pola apa yang paling menguntungkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Untuk pengelolaannya nanti bisa saja kita bermitra dengan BUMN atau BUMD, tergantung kajian daerah,” katanya.

“Yang jelas kami mengingkan eks KK PT. kobatin ini masuk kedalam rencana perubahan RTRW Kabupaten Bateng sebagai kawasan penambangan yang bermitra dengan masyarakat lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, daerah pun mendapatkan keuntungan, dan negara mendapatkan hasil dari penambangan tersebut,” kata Batianus.

Baca Juga  KPU Kabupaten Pemalang Selenggarakan Rakor Pembentukan Badan Adhoc Pilbup 2020

Batianus menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu kajian kementerian ESDM terkait luasan wilayah eks KK PT. Kobatin, dan ia menegaskan bahwa bukan hanya wilayah Merbuk dan Kenari saja yang menjadi fokus Pemkab Bateng, tetapi seluruh wilayah eks PT. Kobatin.

“Untuk luasannya kami masih menunggu kajian dari Kementerian ESDM. Ini bukan berarti kita konsentrasinya ke Merbuk dan Kenari saja, wilayah eks PT. Kobatin yang terlantar lainnya juga kita harapkan untuk dapat kita ubah, baik itu ke kawasan permukiman atau pertanian. (RedG)

 

  • Penulis : Rizal Phalevi
  • Editor : Sarwo Edy

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed