oleh

Rencana Tindakan Aksi Nyata Modul Coaching

Penulis : Astutiati

 

Latar Belakang

Pendidikan merupakan proses menuntun tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya agar memperoleh kebahagiaan dan keselamatan baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Untuk itu, salah satu proses menuntun tersebut dapat dilakukan melalui coaching. Dalam coaching, guru berperan sebagai coach yang harus menuntun, mengarahkan, dan membimbing coachee (murid) dengan mengajukan pertanyaan untuk mengeksplor segala potensi dan kemampuan yang dimiliki coache dengan harapan agar coache dapat menyadari akan potensi dalam dirinya dengan memanfaatkan potensinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, sehingga dapat mengajarkan murid untuk berpikir kritis dan inovatif sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan bermutu sejalan dengan visi sekolah kami yaitu terwujudnya sekolah yang merdeka belajar, berprestasi, terampil, berkualitas, berbudaya lingkungan berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Tujuan Tindakan Aksi Nyata

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :

  1. Dengan mengeksplor potensi, tuntunan dan arahan guru akan menciptakan murid yang mampu hidup dengan laku yang sebaik-baiknya sebagai individu atau bagian masyarakat sesuai kodrat alam dan zaman.
  2. Membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi guru dan murid dengan cara menuntun dan membimbingnya untuk mencapai solusi yang diharapkannya.
  3. Dengan proses coaching model TIRTA akan membantu murid mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk bias lebih merdeka belajar.
  4. Dengan proses coaching model TIRTA akan menciptakan iklim pembelajaran yang lebih berpihak pada peserta didik.

 

Tolak Ukur

Adapun tolak ukur keberhasilan penyelengaraan adalah sebagai berikut :

  1. Hasil coaching yang saya lakukan sebelumnya bersama guru atau rekan sejawat.
  2. Terciptanya murid dengan laku baik sebagai individu atau bagian masyarakat sesuai kodrat alam dan zamannya.
  3. Optimalisasi dan melejitnya potensi yang dimiliki untuk dapat lebih merdeka belajar dan menyelesaikan masalahnya sendiri dengan proses coaching model TIRTA (Tujuan, Identifikasi Masalah, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab).
  4. Terciptanya iklim pembelajaran yang lebih berpihak pada murid dengan berjalannya proses coaching di sekolah.

Linimasa Aksi Nyata

  1. Membuat rencana tindakan praktik aksi nyata meliputi jadwal / waktu pelaksanaan kegiatan.
  2. Membuat perizinan kepada kepala sekolah dan mensosialisasikan proses coaching kepada rekan sejawat dengan melibatkan komunitas praktisi.
  3. Proses coaching di komunitas sekolah dengan pendampingan.
  4. Evaluasi dan refleksi pelaksanaan coaching.
  5. Tindak lanjut dan perbaikan proses coaching selanjutnya.

 

Dukungan

Kegiatan coaching akan dilakukan dengan menerapkan model TIRTA (Tujuan, Identifikasi Masalah, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab) dan melibatkan kepala sekolah, wali kelas, tenaga pendidik, pendamping dan murid yang progresnya akan didokumentasikan oleh Calon Guru Penggerak (CGP). (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar