Tim pengabdian Universitas Diponegoro mendampingi UKM Ogel-Ogel dalam menggunakan alat pencetak kuliner ogel-ogel.

Pemalang – Pengembangan sentra kuliner di kawasan perdesaan menawarkan peluang ekonomi yang sangat luas dan terbuka. Di Kota Pemalang, potensi tersebut ada di beberapa desa, salah satunya adalah yang ada di Desa Kebondalem. Di Desa ini, terdapat beberapa pelaku usaha kuliner Kabupaten pemalang merupakan kota dengan beraneka ragam kultur, contohnhya dalam makanan antara lain Ogel-ogel, Kamir, dan Nasi Grombyang. Ogel-Ogel merupakan makanan dengan bahan dasar tepung beras ketan.Adonan tepung beras ketan yang dicampur-dengan bahan lainnya yang terdiri dari gula, garam, keju dan diberi bumbu dibentuk seperti ulat menggeliat lalu digoreng dalam wajan besar. Sementara kamir adalah makanan berbahan tepung dengan karakter manis gurih dan bentuknya lempengan bulat. Sedangkan nasi grombyang adalah nasi dengan lauk daging sapi yang direbus dengan kuah gulai.Berikut adalah tampilan dari ketiga makanan khas Pemalang tersebut.

 

Potensi kuliner yang ada di Desa Kebondalem telah dikembangkan bersama dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait. Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Diponegoro merasa terpanggil untuk ikut mengembangkan potensi tersebut. Melalui fasilitas dari Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi, tim pengabdian masyarakat dari UNDIP menerapkan teknologi tepat guna meningkatkan produktivitas pelaku usaha kuliner di Desa Kebondalem.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Lintang Saraswati menyampaikan bahwa terdapat potensi yang besar di Desa Kebondalem, yaitu pada produk kuliner dan dapat dikembangkan melalui inovasi teknologi untuk meningkatkan higienitas serta produktivitas.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga kegiatan. Kegiatan pertama adalah penerapan teknologi berupa mesin pencetak otomatis di UKM Ogel-ogel Cipta Jaya. Penerapan mesin ini bertujuan untuk mempercepat proses pencetakan produk kuliner ogel-ogel di UKM tersebut. Pemilik UKM Cipta Jaya menyampaikan bahwa penerapan alat ini menjadikan proses produksi ogel-ogel lebih cepat dan tidak lagi melelahkan. Kegiatan kedua pada pengabdian masyarakat ini adalah penerapan alat pencetak untuk UKM Kamir Berkah. Melalui mesin pengaduk ini, tim pengabdian telah berperan mempercepat dan mempermudah proses pengaduk adonan. Pada sesi diskusi antara tim dan pemiliki UKM Kamir Berkah, terungkap bahwa penggunaan mesin ini menghasilkan produk kamir yang lebih merata dan proses produksinya lebih cepat. Kegiatan ketiga adalah penerapan mesin pengaduk bumbu di UKM Bumbu Grombyang Bintang. Pemilik UKM Grombayang Bintang menyatakan bahwa secara manual membutuhkan tenaga yang besar dan prosesnya lama. Setelah penerapan mesin pengaduk, karyawan bagian produksi tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar untuk mengaduk bumbu grombyang. Hasil bumbunya pun lebih merata.

Ketiga kegiatan tersebut terbukti telah memberikan manfaat yang nyata dalam peningkatan produktivitas dan mejadikan produk kuliner lebih higienis. Direncanakan, kegiatan ini akan dilanjutkan pada tahun mendatang dengan menerapkan mesin-mesin produksi pada ketiga UKM. (RedG)

Tinggalkan Komentar