oleh

Kadispenad: Pendidikan Foto Jurnalistik Upaya Tingkatkan SDM Penerangan TNI AD

Jakarta – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) personel Penerangan Angkatan Darat melalui Pendidikan maupun pelatihan secara terus menerus dan berkelanjutan, akan menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas serta personel yang andal. Tentu, dengan disertai pengamalan penugasan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E., M.M saat membuka Pendidikan Foto Jurnalistik bagi 21 orang personel dari jajaran Penerangan Angkatan Darat (AD), meliputi Penerangan Kodam dan Penerangan Korem. Kegiatan digelar di Aula D.I Panjaitan, Dispenad, Senin (15/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kadispenad mengatakan, agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan baik sehingga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang andal dalam bidang foto jurnalistik.

Pendidikan Foto Jurnalistik ini, lanjut Brigjen Nefra, merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Dispenad untuk meningkatkan kualitas SDM personel satuan penerangan di lingkungan TNI AD. “Dengan begitu, dapat mendukung tugas-tugas penerangan di satuan masing-masing, “ tutur Kadispenad.

Lebih lanjut Nefra menegaskan, bahwa satuan penerangan saat ini menjadi salah satu ujung tombak TNI AD dalam membangun citra positif di masyarakat.

Maksudnya, agar tugas tersebut terlaksana dengan baik, maka personel penerangan perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, termasuk pada bidang foto jurnalistik. “Sehingga produk yang dihasilkan selain untuk publikasi internal TNI AD juga memiliki nilai lebih untuk publikasi di media, “ imbuhnya.

Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus dan tim pengajar pendidikan Foto Jurnalistik (Foto: Puspen TNI AD)

Foto jurnalistik, tidak hanya tentang mendokumentasikan suatu kegiatan, tetapi merupakan media penyampaian berita, informasi, atau pesan melalui gambar. Foto yang baik adalah yang mampu berfungsi menginformasikan, meyakinkan dan menghibur.

Untuk memperoleh karya foto dengan kategori tersebut, tentunya memerlukan proses pembelajaran dan latihan serta kejelian dalam melihat suatu momen.

Baca Juga  Ketua MUI DKI: Pengurus MUI Jangan Mudah Terpengaruh dengan Persepsi Luar

Selain itu, menurut Nefra, foto jurnalistik yang baik adalah karya foto yang mampu menyajikan kisah cerita secara eksplisit dan implisit. Artinya karya foto mampu menggambarkan seribu cerita.

Kemampuan mengambil foto yang baik, secara otomatis akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan publikasi yang dilaksanakan satuan penerangan. Karena itu, kemampuan tersebut perlu dimiliki oleh personel penerangan khususnya yang bertugas sebagai tim peliput.

Pada bagian akhir sambutannya, Kadispenad mengharapkan, agar peserta pendidikan dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini secara optimal, untuk menggali pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para pengajar khususnya tim pengajar dari Sony Alfa Guru. Sehingga pengetahuan dan keterampilan tersebut bisa diterapkan di satuan penerangan masing-masing.

Kepada tim Sony Alfa Guru, sebagai pengajar, diharapkan bisa mentransfer pengetahuan dan keterampilan khususnya foto jurnalistik kepada personel penerangan TNI AD.

“Agar ke depannya kemampuan personel penerangan TNI AD akan lebih profesional,” pungkas Nefra. (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed