oleh

FBM Kunjungi Batu Prasasti Berusia 1300 Tahun di Tawangmangu

Solo – Sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku dan budaya, Indonesia dikenal mempunyai peradaban masa lalu yang luar biasa. Sejak abad ke 8 masehi, Wangsa Syailendra sudah berhasil membangun bangunan megah yang pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia yakni Candi Borobudur.

Menginjak pada tahun 1297 Masehi berdiri Kerajaan Majapahit yang mampu menyatukan Nusantara dan telah mempunyai hubungan diplomatik dengan kerajaan dari negara lain.

Dari sedikit contoh diatas menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah mempunyai peradaban yang tinggi dalam berbagai sektor kehidupan. Bukti nyatanya bisa dilihat dari sejumlah peninggalannya yang berupa prasasti, candi, maupun situs bekas istana.

Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) bersama tim pelestari cagar budaya mengunjungi lokasi penemuan prasasti yang ditulis dengan huruf Sansekerta di Dusun Dukuh, Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (15/2) siang.

Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) BRM Kusumo Putro, SH, MH mengatakan dari hasil kajian sementara diperkirakan batu tersebut ditulis pada abad ke 8 Masehi atau tahun 700an.

“Bila menurut pada kajian sementara, batu tersebut usianya diperkirakan sudah 1300 tahun dengan tulisan yang sangat halus dan jarak tulisan yang sangat rapi, batu ini diperkirakan ditulis pada abad 8 Masehi jauh sebelum Kerajaan Majapahit yang sangat kesohor di seluruh negeri indonesia tersebut berdiri ,” ujarnya.

Meski sudah berusia ribuan tahun batu tersebut berada di ruang terbuka yaitu di area pemakaman umum Kampung Dukuh.

“Kami beserta tim Cagar budaya Yayasan Forum Budaya Mataram ketika meninjau dan melihat dimana batu prasasti tersebut berada merasa sangat prihatin melihat kondisi benda cagar budaya peninggalan nenek moyang kita hanya terbengkalai dan tidak terawat sama sekali di area pemakaman umum desa,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketoprak Balekambang Pentas Virtual di Era New Normal Digelar Nanti Malam

Jika dibiarkan, lanjut Kusumo maka lama-kelamaan batu prasasti yang menyimpan misteri peradaban masa lalu tersebut akan rusak dan hancur karena proses alamiah ataupun karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab serta sangat rawan akan diambil atau dicuri orang karena lokasi keberadaan batu ini di tengah makam umum yang gelap di malam hari dan berada di pinggir jalan desa yang sangat sepi walau di siang hari.

“Oleh karena itu kami atas nama Yayasan Forum Budaya Mataram meminta kepada Pemkab Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Kebudayaan dan instansi yerkait serta pemerintah desa setempat agar segera mengambil langkah-langkah efektif, profesional dan dengan segera untuk menyelamatkan benda prasasti cagar budaya batu tulis tersebut untuk disimpan ditempat yang lebih aman dan baik,” bebernya.

Pria yang kini melanjutkan pendidikan di program Doktoral Ilmu Hukum (S3) di salah satu universitas ternama di Kota Semarang tersebut menambahkan benda tersebut menyimpan peradaban sejarah masa lalu dan nilai luhur warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia serta menyimpan sebuah misteri masa lalu yang hingga saat ini belum terkuak sama sekali terkait dengan arti tulisan Sansekerta yang berada di batu tersebut.

“Kita belum tahu di zaman kerajaan apa batu tersebut ditulis serta maksudnya apa tulisan Sansekerta itu dibuat dan ini adalah langkah Forum Budaya Mataram ini sebagai bentuk penghormatan dan menghargai peninggalan cagar budaya warisan nenek moyang bangsa kita,” tukasnya.

Kusumo menambahkan Yayasan Forum Budaya Mataram berharap kepada Pemkab Kabupaten Karanganyar sehubungan di wilayah Kabupaten Karangayar sangat banyak situs-situs cagar budaya dan banyak ditemukan benda-benda cagar budaya maka sudah selayaknya Pemkab Karanganyar membangun gedung yang diperuntukkan khusus untuk menyimpan benda-benda Cagar Budaya yang tidak terawat seperti diatas.

Baca Juga  Survey Verifikasi II Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) di RSAU dr. Siswanto

“Untuk menyimpan dan menelitinya serta pemkab Karanganyar segera membentuk tim ahli cagar budaya agar benda-benda cagar budaya yang banyak tersebar di wilayah tersebut bisa terawat dengan baik dan terjamin keamanannya,” tegasnya.(RedG/Aris Y)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed