oleh

Dua Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta Ikuti Program Kampus Mengajar Kemdikbud Tahun 2021

Solo – Kegiatan pembelajaran dalam bentuk asistensi mengajar dilakukan oleh mahasiswa di satuan pendidikan seperti sekolah dasar, menengah, maupun atas. Sekolah tempat praktek mengajar dapat berada di lokasi kota maupun di daerah terpencil.

Program tersebut salah satunya adalah Kampus Mengajar Angkatan I, dimana tahun ini sebanyak 2 (dua) mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta berhasil lolos seleksi, yaitu : Naviatul Ilma dan Redinta Berliana Okary yang keduanya dari mahasiswa angkatan 2018.

Kemdikbud yang meluncurkan Program Merdeka Belajar : Kampus Merdeka yang terdiri dari 8 (delapan), yaitu : Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asisten Mengajar, Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, dan Membangun Desa/KKNT.

Asisten Mengajar sebagai salah satu bentuk kegiatan yang sesuai pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020. Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi banyak program kegiatan yang bisa diikuti oleh civitas akademik.

Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta mengatakan program ini menyasar untuk sekolah dasar sebab berdasarkan data kualitas pendidikan dasar dan menengah di Indonesia masih sangat rendah (PISA 2018 peringkat Indonesia no. 7 dari bawah). Jumlah satuan pendidikan di Indonesia sangat banyak dan beragam permasalahan.

“Keikutsertaan dua mahasiswa ini dalam Program Kampus Mengajar bersama dengan 214 mitra sekolah dasar dan 92.183 mahasiswa yang mendaftar ini menjadi catatan prestasi tersendiri dalam rangka mendukung kompetensi dan rekognisi mahasiswa serta mendukung program Merdeka Belajar, Kampus. Selain itu juga sebagai pencapaian Prodi DKV FSRD ISI Surakarta dengan mampu meloloskan wakil mahasiswa program tingkat nasional dalam program pertama dari Kemdikbud ini,” katanya.

Kedua mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta ini akan membantu mengajar di lokasi yang berbeda sesuai keberadaan mahasiswa tersebut berdomisili.

Baca Juga  Mahasiswa KKN  UPGRIS Kembangkan Program  Ijo Royo-Royo

Naviatul Ilma akan membantu mengajar di SD Negeri 2 Kumendung, Banyuwangi, Jawa Timur, sedangkan Redinta Berliana Okary akan melaksanakan asisten mengajar di SD Negeri 2 Banaran, Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang merencanakan program untuk menerapkan media pembelajaran poster mandiri, seperti pembuatan poster ilustrasi penanganan Covid-19 untuk memperkuat literasi dan bagi kelas awal media pembelajaan poster DIY (Do it Yourself) oleh siswa mengenai diri dan keluarganya dengan menggunakan bilangan untuk meningkatkan kemampuan numerasi. Selain itu, juga membantu menyiapkan materi digital yang dilayout sedemikian rupa sebagai penunjang materi pada aplikasi AKSI Sekolah tersebut.

Redinta Berliana Okary merencanakan kegiatan belajar mengajar tidak hanya terpaku pada bahan materi teori saja namun mampu mengembangkan creative thinking siswa untuk menerapkan teori yang sudah mereka dapatkan.

Dia menambahkan pestasi tersebut diharapkan memberi virus positif kepada mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti program nasional dibawah Kemdikbud ini.

“Bahwa manfaat dari kegiatan ini, sebagai bagian dari Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dapat dikonversikan setara dengan 12 SKS utk mata kuliah reguler, sehingga mahasiswa tidak perlu mengambil mata kuliah lagi di kampus,” tegasnya.(RedG /Aris Y)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed