oleh

SAPTA SCHOOL OF FASHION HADIRKAN SIMPLE DESIGN READY TO WEAR DI CREATIVE STAGE IFW 2024

Jakarta –  Sapta School of Fashion Jakarta menyuguhkan rancang mode unik di Creative Stage Indonesia Fashion Week (IFW) 2024. Sekolah Fashion berlokasi di Timur Jakarta itu menampilkan simple design untuk ready to wear dari dua desainer dengan tema berbeda.

Desainer Fransisca Ratna Ayu menampilkan rancang mode sangat unik dengan tema Fusion Food. Tema rancangannya menggabungkan makanan khas Madiun, Pecel Madiun, lalu diberi sentuhan shocking colour atau warna terang sehingga memberi kesan bold.  Sementara itu, Desainer Mimi Susanto menampilkan koleksi baju muslim simple modest dengan sentuhan budaya Tionghoa. Akulturasi budaya hadir sekaligus di dalam satu set rancangan busana.

“Design ditampilkan adalah design baru tidak pasaran, keunggulannya juga ketepatan pola, dan kerapihan jahitan,” kata Zeira Soraya selalu Komisaris Sapta School of Fashion.

Hasil rancangan dua desainer itu merupakan representasi dari Sapta School of Fashion. Tiap siswa di Sapta School of Fashion beroleh materi secara khusus dan efektif karena masing-masing kelas hanya boleh diisi maksimal lima siswa sehingga pembelajaran dan bimbingan secara intensif jadi lebih mendalam serta materi diajarkan sangat adaptif dan mudah dimengerti. Tidak kalah pentingnya para siswa akan mendapat bimbingan dari Fashion designer berpengalaman Sapta de Lucas.  “Karena kalau menuntut ilmu bukan karena belajar di sekolah mana, tetapi lebih penting bertemu untuk dibimbing oleh siapa,” tegas Zeira Soraya kepada awak media massa.

Melalui tema IFW 2024 ‘Langgam Jakarta Teranyam’, APPMI ingin mengangkat keberagaman budaya Betawi dalam pesona seni dan mode kontemporer. Terdapat lebih dari 300 desainer menampilkan koleksi terbaik mereka, beberapa bahkan datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Pekan mode terbesar di Indonesia Indonesia Fashion Week (IFW) 2024 resmi di gelar di Jakarta Convention Center (JCC) dengan tema ‘Langgam Jakarta Teranyam’ dari  27 -31 Maret 2024 (RedG/Sitho).

Baca Juga  FAO Apresiasi Komitmen Jokowi dan Kemajuan Perhutanan Indonesia

 

Komentar

Tinggalkan Komentar