Solo- Pemerintah Kota Solo sudah mengeluarkan perintah bukan hanya himbauan bahwa besok pada tanggal 10 November untuk mengibarkan Bendera Merah Putih satu tiang penuh dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, hal ini berarti seluruh masyarakat Kota Bengawan harus mematuhinya meliputi rumah pribadi, perkantoran pemerintah dan swasta, pertokoan, mall, tempat usaha baik besar, menengah maupun kecil.

Tokoh masyarakat asal Solo BRM Kusumo Putro,SH,MH, Senin (9/11) mengatakan Pemerintah Kota solo harus tegas untuk menindaklanjuti perintah dan keputusan yang telah dibuat untuk daerahnya.

“Khususnya tempat perkantoran pemerintah dan swasta serta pertokoan modern, mall dan tempat usaha besar lain yang berada di pinggir jalan untuk disidak, kalau perlu turunkan Satpol PP untuk menemui pengusahanya, jangan hanya mengeluarkan perintah dan keputusan tapi tidak ditindaklanjuti dan atau malah dibiarkan untuk tidak dipatuhi,” terangnya.

Kusumo menuturkan kalau perlu lakukan peneguran secara lisan dan kalau perlu kirimkan surat kepada mereka.

“Masyarakat tidak boleh cengengesan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan bangsanya,” ujarnya.

“Cuma setahun sekali, biar kita dan Pemerintah Kota Solo mengetahui siapa yang cinta NKRI dan menghormati Bendera Kebangsaan Negara Indonesia dan menghormati para pahlawan bangsanya,” lanjutnya.

Masih menurut Kusumo, ironis lagi tempat usaha besar terdapat tiang bendera tapi tidak ada benderanya.

“Bahkan sampai malam ini hampir semua toko modern dan tempat usaha besar di Kota Solo tidak memasang bendera, memprihantinkan, padahal infonya Pemkot Solo sudah keluarkan Surat Edaran,” tegasnya.

Kusumo juga meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini adalah presiden republik indonesia agar segera mengeluarkan Keppres bahwa setiap tanggal 10 November seluruh rakyat Indonesia mengibarkan Bendera satu Tiang penuh untuk memperingati Hari Pahlawan untuk memberikan penghormatan kepada para para pahlawan bangsa yang telah berjuang memerdekakan negeri ini dan rela berkorban nyawa, harta benda, tenaga , pemikiran, keringat dan darah sehingga kita semua bisa menikmati kemerdekaan hingga saat ini

“Hari Pahlawan seharusnya dirayakan seperti kita memperingati Hari Kemerdekaan bangsa indonesia, karena tanpa perjuangan para pahlawan maka kita tidak akan bisa merdeka,” jelasnya.

Selain itu Kusumo juga meminta kepada Pemerintah Kota surakarta agar setiap tanggal 10 November memberikan karangan bunga di bawah patung Brigjend Anumerta Slamet Riyadi sebagai bentuk peghormatan kepada beliau sebagai pejuang asli Kota Solo yang gugur dalam peperangan mengusir penjajah negeri ini.

Tinggalkan Komentar