Pati – Babinsa Koramil 11/Gembong Kopda Rudianto melaksanakan takziah di rumah duka Nicko Yohga umur 30 tahun, salah satu korban meninggal kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Kerawang Jawa Barat kemarin lusa, Rabu (31/10) bertempat di rumah duka dukuh Bangan Rt.03/01 Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

 

Korban meninggalkan satu isteri dan dua orang putra, yang salah satunya masih balita. Nicko Yogha adalah putra satu-satunya dari keluarga bapak Didik yang merupakan salah satu tokoh masyarakat desa Sitiluhur Kecamatan Gembong. Beliau juga sebagai seorang guru yang sangat disegani masyarakat.

Kegiatan takziah merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap warga binaanya, selain memberikan dukungan moril kepada keluarga juga sebagai sarana untuk berinteraksi dengan warga masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut Kopda Rudianto mengatakan, “setiap yang hidup pasti akan menghadapi kematian dan akan kembali kepadaNya, Innalilahi Wainnailaihi Raji’un. Tetapi kematian akan datang disaat waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Karena kita sebenarnya hidup hanya sementara dalam menunggu waktu pagi, siang ataupun malam, kapan kematian datang pada kita hanya Allah SWT yang mengetahuinya,” ujar Babinsa.

Danramil 11/Gembong Kapten Cba. Kistono dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan pesan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk tetap sabar dan tabah, serta mengajak kepada seluruh yang hadir untuk mendoakan agar Almarhum diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya.
Bapak Didik selaku keluarga almarhum mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh hadirin dan handaitolan yang hadir dan memohonkan maaf almarhum apabila selama hidupnya banyak kesalahan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja, mohon doanya semoga Almarhum meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah. (RedG kontributor narto pendim pati)

Tinggalkan Komentar