oleh

Sarana Cuci Tangan di Alun-Alun Pacitan Hanya ‘Variasi’ Belaka

Pacitan – Harganya terbilang mahal, variasinya lumayan menarik, stikernya ajakan hidup bersih guna memutus mata rantai penularan Covid-19 juga sangat ciamik. Namun itu kenyataannya hanya formalitas belaka, buktinya tempat cuci tangan itu ada kerannya, tapi gak mengucur airnya walau kerannya diputar ke kanan atau ke kiri. Tampak juga tanki airnya, tapi juga tak ada isinya. Ya inilah sarana cuci tangan di alun-alun kota Pacitan.

Sekilas terlihat begitu tertibnya Kota Pacitan dalam menangani virus berbahaya yang bernama corona, namun begitu mau mencuci tangan di trotoar di dekat pedagang kaki lima di sekitaran alun-alun kota jangan kaget jika fasilitas cuci tangan itu hanya tampak wadah dan variasinya saja yang keren, sehingga menarik sebagai pernak pernik untuk memperindah kota di masa pandemi. Fungsinya sendiri nol, karena tak ada airnya.

Seperti yang dikatakan oleh DS(45), warga Pacitan.yang berkunjung ke alun-alun kota Pacitan. imbauan untuk memakai masker dan menjaga jarak sudah oke. Tapi untuk mencuci tangan sepertinya tak berlaku sama sekali.

“Memang kalau untuk menjaga jarak dan memakai masker sudah bagus, tapi untuk mencuci tangan ini yang tidak ada cuma ada sarananya saja tapi tidak ada isinya. Dulu ada sabunnya, tapi sekarang entah kemana,”katanya.Selasa(5/1/2021).

Sementara itu, salah satu pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran trotoar alun-alun, sebut saja O (tak mau menyebut nama jelas) juga berkisah, bahwa setiap ada orang yang berkunjung dan hendak mencuci tangan selalu kecewa.

Kesaksian O, sudah banyak warga yang kecewa dengan sarana cuci tangan itu. “Dan tak hanya satu sarana cuci tangan itu yang tak ada sabunnya. Sarana serupa yang disediakan dekat tribun barat juga kosong airnya dan tak ada sabunnya. “Kami disuruh sering-sering cuci tangan. Kalau tak ada airnya masa sih kami disuruh ke kolam, ngobok-ngobok air di kolam,” tuturnya kecewa.

Baca Juga  Pembangunan Gedung Perpusda Kab. Bangka Barat Hampir 100%

Para pedagang yang ada di sekitar alun-alun Pacitan, kerap kali mengingatkan petugas dari dinas kebersihan untuk mengisi air dan memberi sabun di sarana keran air tersebut. Permintaan itu hanya dijawab iya saja, tapi kenyataannya hingga sekarang sarana itu tak bisa dipakai.

“Padahal cuma mengisi air Lo? kok ya sudah beberapa hari tidak digubris juga,”pungkasnya

Saat ini, pedagang kaki lima di seputaran trotoar alun-alun kota hanya bisa berharap agar tampungan air untuk sarana cuci tangan segera diisi agar pembeli dan juga pengunjung tidak kecewa. (RedG/Gali Gong Li)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed