Pemalang – Baritan atau sedekah laut, merupakan salah satu tradisi turun temurun yang dilaksanakan oleh nelayan di Dusun Tanjungsari, kelurahan Sugihwaras,. Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Baritan dengan acara puncak larung sesaji dilaksanakan minggu, (30/9/2018).

 

Beberapa rangkaian perayaan baritan di Dusun Tanjungsari,. Kelurahan Sugihwaras ini antara lain pengajian, sunnatan massal, bantuan sembako, musik,.panjat pinang, wayang golek dan lain sebagainya. Puncak peringatan baritan adalah larung sesaji atau biasa disebut ambeng atau Ancak ke perairan laut Jawa ini.

Sekitar pukul Pukul 07.30, masyarakat Sugihwaras dan sekitarnya telah berdatangan untuk menyaksikan kirab ambeng/Ancak yang diiringi oleh drum band, angklung, rebana dan orkes keliling yang di arak mulai dari Balai kelurahan Sugihwaras menuju TPI Tanjungsari.

Dalam kesempatan upacara prosesi larung sasaji atau ambeng, Bupati Pemalang, H. Junaedi melalui Kepala Dinas Perikanan mengatakan bahwa sedekah bahwa sedekah laut merupakan acara dalam rangka wujud mensyukuri nikmat dan rezeki yang diberikan Allah kepada para nelayan dengan bersama mengiring ambeng yang berisi kepala kerbau dan lain-lain sebagai upaya memberi makan ikan dilautan dan bukan unsur perbuatan sirik.

“Diharapkan setelah Baritan ini penuhi tempat untuk lelang di TPI dapat tertata dengan rapi,” harapnya.

Di pihak lain, Kasat Pol Air mengingatkan panitia, kelompok Nelayan agar dalam acara larung ambeng ke laut kapasitas kapal mengangkut penumpang/pengunjung dibatasi.

“Kapal besar maksimal 20 orang, kapal kecil maksimal 10 Orang. Hal ini sebagai bentuk antisipasi kejadian pengalaman pada satu tahun yang lalu,” tegasnya.

AKP Sunardi juga mengingatkan para nelayan untuk megurus atau memperbarui surat surat kelengkapan agar tidak ditangkap karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kapal.

Sekitar 250 kapal mengiringi ambeng/Ancak dibawa oleh dua kapal yang berbeda untuk diparingi di sekitar 5 mill dari pantai dan dilarang sekitar pukul 12.30 wib (RedG).

Tonton Videonya :

 

Tinggalkan Komentar