oleh

Awas Money Politics, Pemungutan Suara Ulang Pilgub Jambi

Jambi – Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo mengatakan politik uang (money politics) rawan terjadi saat menjelang pencoblosan. Hal ini terus diwaspadai oleh pihak kepolisian menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi mendatang.

Maka dari itu, Polda Jambi akan segera mengumpulkan tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur dan tim sukses masing-masing.

Ia menegaskan apabila mendekati hari pencoblosan tertangkap tangan bermain politik uang, pihak kepolisian tidak hanya melakukan hukuman pidana terhadap pelaku. Akan tetapi, juga langsung ekspose dan diviralkan ke media agar masyarakat tidak memilih paslon yang bermain curang.

“Barangsiapa yang tertangkap tangan politik uang. Selain dipidana sesuai UU Pemilu, juga akan di ekspose ke media. Ini fotonya ini buktinya dan ini orangnya. Jangan main-main dengan politik uang maka akan mempengaruhi pada saat pemilihan,” ujar Kapolda Jambi, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, kerawanan yang terjadi menjelang PSU Pilgub ini adanya berbagai macamĀ  intimidasi tidak hanya pemilih, namun juga penyelenggara pemilu dan paslon.

“Penyebaran informasi yang tidak benar jelang PSU ini juga sudah terlihat, mengenai isu-isu tersebut diharapkan masyarakat jeli dan tidak termakan dengan provokasi tersebut,” jelasnya.

Untuk menjaga pergelaran PSU Pilgub Jambi berjalan aman dan lancar, Polda Jambi menjelang hari pencoblosan juga akan menerjunkan personel untuk berpatroli skala besar seperti pilkada sebelumnya.

Rachmad menambahkan PSU Pilgub Jambi di 88 TPS terdapat pada lima kabupaten dan kota di Provinsi Jambi diantaranya 59 TPS di Kabupaten Muaro jambi, 7 TPS di Kabupaten Tanjabtim, kemudian 7 TPS di Batanghari dan 14 TPS di Kabupaten Kerinci serta 1 TPS di Sungai Penuh.

“Saya berharap, pasangan calon yang masih mengikuti PSU tetap menjaga Kamtibmas yang kondusif,” tandasnya.(RedG/Irwansyah)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed