PEMALANG – Masyarakat wilayah kecamatan Bodeh yang terdampak pekerjaan proyek jalan tol melakukan audiensi dengan pihak pelaksana pekerjaan pembangunan jalan tol di wilayah tersebut.

Tampak beberapa kepala desa di jecamatan Pendowo kabuoaten Pemalang diantaranya kepala desa Pendowo, Muncang, Kuasen, dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat berkumpul di balaidesa Pendowo kecamatan Bodeh kabuoaten Pemalang, Kamis (03/05).

Audiensi tersebut dihadiri oleh Pelaksana pekerjaan diantaranya Pemalang Batang Tol Road (PBTR), PT SMJ, dan perwakilan dari DPU kabupaten Pemalang.

Dalam audiensinya, Koordinator aksi Andi Rustono ( Lsm Gereh Petek) menyampaikan bahwa dampak dari pekerjaan tol sangat mengganggu masyarakat terdampak, baik ekonomi maupun infrastruktur yang ada. Masyarakat meminta kepada pihak pelaksana untuk segera diperbaiki jalan-jalan yang dirusak oleh mereka untuk akses pembangunan jalan tol, sebelum bulan puasa tahun ini.

“Perbaiki jalan yang rusak, atau akses jalan pekerjaan tol kami blokade,” tegas Andi Rustono.

Sementara kades Muncang kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang, Mashuri juga menyampaikan bahwa selama ini sudah dilaksanakan pertemuan-pertemuan dengan pihak pelaksana pembangunan tol, namun sampai dengan dilaksanakan audiensi saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan akses jalan yang rusak akibat dilalui mobil angkutan berat pekerjaan pembangunan tol.

Hal tersebut sangat membuat tidak nyaman pengguna jalan yang secara langsung menyebabkan terganggunya proses ekonomi yang berakibat terganggunya hajat hidup masyarakat.

Sahuri juga menambahkan bahwa masyarakat tidak butuh janji dari pelaksana, tapi bukti nyata yang diberikan oleh pihak pelaksana berupa perbaikan jalan demi lancarnya transportasi masyarakat.

Mochammad Arifin, kepala desa Kelang depok menyampaikan bahwa perbaikan sementara yang dikerjakan oleh pelaksana dianggapnya jauh dari standar sehingga akses jalan yang diperbaiki sudah rusak dan belum ada perbaikan kembali.

Sementara itu, Yudi perwakilan dari DPU kabupaten Pemalang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat tentang belum terealisasinya apa yang diminta masyarakat terkait rusaknya jalan baik jalan kabupaten maupun desa. Namun demikian pihak pemkab Pemalang masih terus berupaya diantaranya dengan menginventarisir kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh kendaraan berat pembangunan tol.
Pihak DPU juga sudah menegaskan kepada pihak pelaksana bahwa H – 10 pekerjaan perbaikan jalan kabupaten dan desa terdampak tol harus sudah selesai diperbaiki atau dikembalikan seperti semula.

Dicecar dengan permintaan masyarakat yang sangat realistis, Damanhuri perwakilan dari PT. SMJ, menegaskan bahwa sesuai mou yang sudah disepakati bersama pasti akan diperbaiki.

“Paling lambat minggu depan sudah dimulai pekerjaan perbaikan untuk jalan atau akses yang sudah tidak dilalui pekerjaan proyek tentunya dengan oengaspalan,” tegas Damanhuri.

Dijelaskan juga bahwa jalan yang masih digunakan sebagai akses pekerjaan jalan tol, akan dipeebaiki secara berkala karena masih digunakan.

Sementara itu diinformasikan pada saat berita ini ditayangkan juga dilakukan penutupan jalan akses kendaraan yang dilalui truk pengangkut material di atas jalan tol di wilayah desa widodaren oleh sekitar 150 irang warga setempat. (nfp)

Tinggalkan Komentar