Mewujudkan Pertanian Sehat Terpadu Menuju Kedaulatan Pangan dan Masyarakat yang Sehat

Wonogiri – Luluk Nur Hamidah, M.Si,. MPA. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, menghadiri pelatihan peningkatan produktifitas pertanian menuju pertanian sehat terpadu di Desa Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri, Rabu (11/3) sore.

Hadir juga tokoh, praktisi pertanian organik yang sudah melanglang buana dari Sabang sampai Merauke bahkan sudah keliling ke luar negeri yang sangat akrab di sapa oleh para petani dengan sapaan Mbah Moko.

Dia sangat konsen di bidang pertanian yang sehat secara terpadu.
Petani di Desa Tukulrejo Giriwoyo yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Mulyo yang diketuai H. Arif Sidiq sudah berhasil mewujudkan pertanian sehat terpadu (pertanian organik), bahkan sudah mampu membuat pupuk sendiri, hebatnya para petani sudah diajari dan mampu membuat mikroorganisme dari bahan buah (jambu mete) dan pohon (pohon pisang) juga dari bahan sayuran, yang bahannya sangat mudah diperoleh di sekitar lingkungan para petani, yang disebut dengan istilah Mol.

Mol tersebut akan mengembalikan kesehatan tanah yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil produksi pertanian.

Ketua Poktan juga mengusulkan ada intervensi dari Anggota Komisi IV DPRRI dari FPKB Mbak Luluk terkait lahan kritis yang ada di pinggir hutan/pegunungan milik para petani untuk bisa ditanami pohon produktif, karena disini banyak hewan kera. Juga masih kekurangan sarana dan prasarana pertanian.

Pada kesempatan sambutan, Mbak Luluk menyampaikan Tupoksi Komisi IV salah satunya di bidang pertanian, dia meyampaikan bahwa ada beberapa persoalan terkait pertanian di desa yaitu Integrited Farming System.

“Lahan yang sempit karena banyak yang di alih fungsikan menjadi perumahan, hal ini harus ada intervensi kebijakan dari pemerintah. pengetahuan bertani terbatas, hal ini para petani harus dibekali pengetahuan bertani bisa melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Ditambahkannya, persoalan tanah yang sudah degradasi ini perlu rehabilitasi dengan cara mengajari petani seperti membuat Mol.

Terkait persoalan pemasaran hasil produk pertanian, Mbak Luluk akan mendorong stabilitas harga dengan cara diintegrasikan dengan Bulog.

“Pemerintah harus hadir di saat kondisi seperti ini, karena tidak adanya pengawasan penggunaan pupuk sistetis dan insektisida akibatnya banyak tanah pertanian yang rusak,” tegasnya.

Pada clossing statement Mbak Luluk menyampaikan bahwa ada beberapa program yang nanti bisa diintegrasikan di Poktan Ngudi Mulyo Tukulrejo Giriwoyo tersebut, seperti bibit atau pohon produktif dan juga sarana pertanian.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *