oleh

BNNP Jambi Amankan 10 kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi

JAMBI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi berhasil mengungkap kasus Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.

Ada sebanyak 10 Kilogram sabu dan 5 ribu butir pil ekstasi yang diamankan oleh Tim Pemberantasan BNNP Jambi.

Selain barang bukti, Tim Pemberantasan BNNP Jambi juga turut mengamankan 3 orang pelaku yakni 1 pengedar dan 2 kurir.

Tiga pelaku ini bernama Sukardi warga Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian, Asril warga Jalan Bhayangkara, RT12, Kelurahan Tungkal III, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Kedua pelaku yang diamankan ini berperan sebagai kurir. Sedangkan 1 pelaku pengedar bernama Deri Saputra.

Perlu diketahui, dua pelaku yang berperan sebagai kurir ini diupah sebesar Rp 50 juta perorangannya.

Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Wisnu Handoko mengatakan, awalnya Tim Pemberantasan BNNP Jambi mendapatkan informasi tengang adanya perbedaan Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi bahwa akan ada transaksi di wilayah Jambi.

Awalnya, Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi ini dari Provinsi Aceh menuju Riau. Lalu, Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi ini diambil dari Provinsi Riau kemudian menuju ke Jambi.

“Barang bukti Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi ini dibawa oleh pelaku Sukardi dan Asril menggunakan mobil minibus,” ujarnya, Rabu (4/10).

Kemudian, kedua pelaku ini membawa barang bukti Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi menuju ke eks lokalisasi, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi.

“Di eks lokalisasi ini, disimpan 3 bungkus di rumah kontrakan Sukardi. Sedangkan, 7 bungkus dibawa ke Kabupaten Bungo,” katanya.

Akan tetapi, disampaikan dia, ditengah perjalanan atau tetapnya di Desa Sungai Paur, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi dilakukan penangkapan.

Baca Juga  Peduli Rakyat Puan Maharani Bersama Prof Hendrawan Bagikan Beras

Setelah berhasil diamankan, tim Pemberantasan BNNP Jambi melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 7 bungkus berwarna emas dan 1 bungkus pil ekstasi.

“Barang bukti itu ada di dalam mobil pelaku yang dikemas dalam kardus yang akan diantar ke Kabupaten Bungo,” sebutnya.

Saat dilakukan interogasi, disebutkan dia, pelaku mengakui bahwa Narkotika jenis sabu yang ditinggalkan di eks lokalisasi, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi akan diantar ke Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel).

Lalu, Tim Pemberantasan pun dibagi menjadi 2.Tim 1 ke rumah kontrak pelaku yang ada di eks lokalisasi dan Tim 2 menuju ke Kabupaten Bungo untuk melakukan control delivery terhadap barang yang sudah diamankan guna melakukan penindakan terhadap si penerima.

Sekitar pukul 13.00 WIB Tim 1 melakukan penggeledahan di rumah kontrak pelaku yang berada di eks lokalisasi dan ditemukan sebanyak 3 bungkus di dalam kamar rumah pelaku yang tersimpan di dalam tas koper.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.45 WIB Tim pun berhasil mengamankan pelaku penerima sabu di Kabupaten Bungo bernama Deri Saputra.

“Saat ini 3 pelaku beserta barang bukti dibawa ke BNNP Jambi guna proses lebih lanjut. Nilai ekonomis diperikirakan sebesar Rp 14,5 miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi dikabarkan mengamankan kurir Narkoba asal Malaysia dengan membawa Narkotika diduga jenis sabu seberat 10 Kilogram.

Kurir Narkotika jenis sabu asal Malaysia diamankan ini di Desa Sungai Puar, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Lantas, kurir Narkotika jenis sabu asal Malaysia yang diamankan ini pun viral di berbagai media sosial Instagram seperti di @kabarkampungkito_djb.

“Iya betul, itu penangkapan dilakukan tadi pagi. Tim masih dalam perjalanan menuju ke Jambi,” ujar Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Wisnu Handoko, Selasa (3/9).

Baca Juga  Sebanyak 3.409 Personel Disiapkan di Jambi Dalam Operasi Ketupat

Sementara, untuk barang bukti Narkotika diduga jenis sabu itu sendiri pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak yang didapat dari tangan pelaku.

“Kita masih mendatakan dulu berapa banyak barang buktinya dan asalnya,” katanya.(RedG/Syah)

Komentar

Tinggalkan Komentar