oleh

Atas Kelangkaan BBM, DPRD Batam Minta Pertanggujawaban Pertamina

Batam – DPRD Kota Batam menyoroti langkanya bahan bakar minyak (BBM) di Batam. Terutama minyak subsidi premium jenis Bensin dan Pertalite yang diduga kuotanya dikurangi di tahun 2020 lalu.

Bahkan, tidak hanya premium saja yang menjadi barang langka, jenis Pertalite. Hal ini sepertinya pihak Pertamina memaksakan masyarakat Batam untuk membeli minyak Pertamax dan Pertamax Plus.

“Pertamina harus buka suara, jangan hanya diam saja, berikan klarifikasinya terkait kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite,” kata Cak Nur sapaan akrabnya, Rabu (27/1/2021) saat Coffee Morning dengan awak media di Batam Centre.

Kata Cak Nur, dengan diamnya pihak Pertamina tentang kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite ini, membuat masyarakat Batam bertanya-tanya. Kata dia, mereka (Pertamina) yang bertanggungjawab karena diberikan kewenangan oleh negara untuk mendistribusikan minyak ke seluruh Indonesia.

“Masyarakat selama ini bertanya-tanya, dan bahkan ada yang menduga-duga ke hal-hal lainnya,” ucapnya.

Kata dia, tidak ada alasan Pertamina kelangkaan ini disebabkan adanya wabah Covid-19 yang notabenenya masyarakat tidak keluar rumah. Harusnya sambung Cak Nur, dikitnya aktivitas masyarakat, BBM yang ada tidak terjadi kelangkaan malah harusnya berlebih.

“Kalau kuota tetap tidak ada pengurangan, harusnya minyak di Batam berlebih bukan malah berkurang,” ucapnya.

Harusnya, menurut politikus PDI-P ini pihak Pertamina bisa berkoordinasi dengan pemerintah. Karena untuk urusan masyarakat, pemerintahlah yang lebih tahu dan bagaimana memberikan solusinya.

“Saya akan panggil pihak Pertamina dan instansi terkait untuk membahas ini. Keduanya antara Pertamina dan Pemerintah tidak pernah saling koordinasi. Kami semua perlu penjelasan dari pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite,” ucapnya. (RedG/Bayu).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed