oleh

Memaknai Kartini Zaman Now

Pemalang – Raden Ajeng Kartini adalah seorang perempuan yang mendapatkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Hal ini karena perannya dalam membela kaum hawa dari kebodohan dizaman penjajahan Belanda. Kartini berperan aktif memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki.

Menurut Lilis Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kab. Pemalang mengatakan Kartini sekarang harus lebih bisa menguasai teknologi dengan mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya bisa mengurus rumah tangga saja tetapi ikut andil berperan dalam membangun kemajuan suatu bangsa.

Kartini tidak harus dibelakang melainkan harus bisa tampil di garda depan tanpa meninggalkan kewajiban seorang ibu rumah tangga, ungkap lilis yang pernah menjabat kepala desa Mendelem.

Berbeda dengan Endang Sustyawati M.Si selaku Kabid pelayanan pencatatan sipil Dukcatpil Pemalang menyampaikan sangat bersyukur kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala, yang telah memberikan ibu kepada saya dan mendidik sampai menjadi seperti ini, dengan memaknai Kartini tidak pada dandanan dan pakaian, tetapi harus cerdas dengan memiliki ilmu pengetahuan, harapan ibu pada seorang anaknya adalah agar anaknya rajin sekolah.

Ini tambahan yang penting tentang perjuangan Kartini.  Kesetaraan yang diperjuangkan Kartini bukan Kesetaraan “GENDER” tapi Kesetaraan ilmu pengetahuan yang dimiliki kaum wanita tanpa meninggalkan kodrat dan fungsinya.

Kartini itu tidak menyukai istilah “konco wingking” karena istilah itu seakan” wanita itu tidak membutuhkan pendidikan, pada hal pendidikan bagi kaum wanita itu penting untuk mencetak generasi penerus yang selamat akherat dan dunianya, sesuai peran masing” (pria dan wanita) karena wanita tiang agama dan negara, Ungkap Endang Sustyawati M.Si (RedG Kamal Hayat)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed