oleh

Zona Merah Jatim Tersisa Madiun dan Trenggalek, PPKM Dinilai Efektif

Surabaya – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Timur (Jatim) dinilai efektif. Sebab, berdasarkan data yang dipublikasikan oleh infocovid19.jatimprov.go.id per 2 Februari 2021, zona merah di wilayah Jatim tersisa dua daerah, yakni Madiun dan Trenggalek.

Juru bicara Satgas COVID-19 Jatim, Makhyan Jibril mengatakan, sejak awal pelaksanaan PPKM pada 19-26 Januari ada tujuh zona merah berdasarkan peta resiko gugus tugas. Namun hingga Selasa (2/2/2021) tinggal dua zona merah.

“Untuk zona resiko sedang (zona orange) ada 33 daerah, sedangkan zona risiko rendah (zona kuning) tiga daerah yakni Sampang, Pamekasan dan Mojokerto,“ ujarnya saat dihubungi g-news.id, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, secara umum pemberlakuan PPKM di Jawa Timur mulai membuahkan hasil.

“Minggu pertama PPKM pernah angka positif Covid-19 sampai hampir mencapai seribu kasus per hari. Sekarang sudah turun meskipun rata-rata 600-800 kasus, “ kata Jibril.

Peta Covid-19 Jatim – dari laman info covid Jatim

Jibril menambahkan, rate of transmission Covid-19 pada awal PPKM diterapkan masih 1,1. Sekarang menurun jadi 0,79. Sementara dari Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan rumah sakit di awal PPKM sempat mencapai 80%. Namun sekarang turun menjadi 58%.

“Memang masih dibawah standar WHO sebesar 60%,“ tandasnya.

Meski demikian, Jibril mengatakan angka itu hanya dari BOR isolasi biasa. Sementara untuk dari ruang perawatan ICU masih berada di angka 70% dan harus menjadi bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, pasien dengan kasus berat yang dirawat di ICU tersebut rata-rata akibat keterlambatan dibawa ke rumah sakit.

Agar PPKM berjalan lebih efektif dan berhasil menurunkan penyebaran Covid-19, kata Jibril, pihaknya akan lebih aktif menekan mobilitas masyarakat. Pasalnya, dalam tiga minggu pelaksanaan PPKM, mobilitas masyarakat di Jatim turun hingga 25%. Namun kata Jibril, idealnya 30-40%.

Baca Juga  Ampera Soroti Morat Maritnya Penanganan Covid-19 di Pemalang

“Kita lihat perkantoran dan restoran angka mobilitasnya masih tinggi. Terutama perkantoran masih banyak yang belum menerapkan work from home (WFH) dan protokol kesehatan dengan benar. Klaster yang muncul selama PPKM dari perkantoran pun masih cukup tinggi,” ungkapnya.

“Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga terus menggenjot program vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan, termasuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan sebesar 11 persen,“ sambungnya. (RedG/bee)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar