Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, Kamis (5/11/2020).

Batam – Kemajuan teknologi saat ini semakin mempermudah masyarakat. Saat ini untuk melihat nilai jual tanah sudah bisa melalui elektronik yakni Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai informasi dan rujukan nilai tanah baik lokal maupun nasional.

“ZNT sudah tepat untuk diterapkan di Batam karena nilai tanahnya terus berubah. Dan juga mendukung Batam menuju smartcity,” kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, Kamis (5/11/2020).

Kata dia, ZNT elektronik memiliki korelasi tata ruang dengan sistemnya yang saat ini sedang disusun yang nantinya dapat terintegrasi. Hal ini tentunya mewujudkan kesepahaman informasi perihal nilai tanah dengan berbagai pihak yang terkait.

“Untuk pengembangan daerah, nantinya saya akan sampaikan ke bapelitbangda, apabila apa pembahasan RDTR dan RTRW harus melibatkan BPN,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor BPN Batam, Memby Untung Pratama mengatakan, ZNT akan berguna bagi pemerintah juga pihak terkait, karena terkait nilai yang di atas lahan.

“Tujuan updating ZNT ini adalah tersedianya informasi nilai tanah baru yang akurat sebagai kebutuhan dan rujukan nasional maupun lokal Kota Batam,” terang dia

Dengan demikian, lanjut dia, dapat mempercepat persediaan informasi nilai tanah bagi investor, developer maupun pemerintah serta stake holder terkait. Dan juga, membangun sistem informasi manajemen aset pertanahan dengan sub sistem informasi nilai tanah dengan Pemko Batam, sebagai dasar penilaian BPHTB dan ke depan sebagai sumber informasi PBB.

“Zona nilai terendah Rp 510.257 permeter persegi dan tertinggi 12.209.633 permeter persegi di Sukajadi. Sedangkan persentase indeks rata-rata tahun 2020 kenaikannya adalah 17,37 persen,” terang dia.

Kepala Kantor Wilayah BPN Kepri Askani mengatakan, karena layanan ZNT ini berbasis elektronik, sehingga tak perlu lagi ke kantor dalam pelayanannya. Bahkan di beberapa provinsi, kata dia, ZNT digunakan untuk perhitungan BPHTB, untuk hal ini ia berharap ini dapat berlaku di Kepri tahun 2021. mendatang.

“Perlu diketahui, 2021 peralihan hak dilakukan elektronik. Sekarang dengan tiga layanan elektronik yaitu Hak Tanggungan, ZNT dan pengecekan sudah mengurangi 40 persen antrian. Apalagi rencana peralihan hak elektronik dan beberapa kegiatan juga diarahkan ke sana, paling tidak 80 persen antrian itu dikurangi,” ucapnya. (RedG/Bayu)

Tinggalkan Komentar