oleh

Wisudawan ke 68 UPGRIS Didorong untuk Merespons Tren Global Pendidikan.

Semarang – Para lulusan sarjana baru Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) diminta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Imbauan itu dilontarkan Rektor Upgris Dr. Muhdi, SH, M.Hum dalam acara wisuda UPGRIS ke-68, di Semarang, Rabu (17/2/2021).

Wisuda sarjana Upgris angkatan ke-68 ini, digelar secara online dan offline dalam dua hari, yakni Rabu (17/2/2021) dan Kamis (18/2/2021). Sedangkan, pada Rabu (17/2/2021), hanya 20 mahasiswa sebagai perwakilan peraih cumlaude yang hadir secara langsung.

Sementara lulusan sarjana UPGRIS lainnya, diwisuda secara virtual. Seperti pada Rabu, sebanyak 535 orang yang diwisuda secara online, berasal dari 4 Fakultas. Selebihnya diwisuda secara online pada Kamis (18/2/2021).

Imbauan Rektor UPGRIS tersebut terkait pengumumam Kemendikbud yang akan membuka seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).  Harapan Kemendikbud, seleksi ini dapat menjaring 1 juta guru sesuai kuota kebutuhan guru yang tercatat di Dapodik 2020.

“Kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan, komunikasi, perlu diasah karena inilah yang menentukan mereka,” ungkap Muhdi., di Balairung kampus Upgris.

Muhdi melanjutkan, wisudawan diharapkan lebih tanggap dalam mengantisipasi tren global dengan kecakapan personal dan karakter yang harus ditekankan di UPGRIS.

“Harapannya, para alumnus itu bisa mengantisipasi tren global dalam pendidikan, seperti kecakapan dalam teknologi dan digital. Itu ditunjang dengan adanya Covid-19 yang memaksa para pengajar harus lekas beradaptasi dengan teknologi digital untuk proses pembelajaran. Adanya covid 19 mendorong percepatan tren global dalam dunia pendidikan,” tutur Ketua PGRI Jawa Tengah ini.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UPGRIS, Dr Sri Sucianti M. Hum melaporkan jumlah wisudawan periode 68 UPGRIS, yaitu sebanyak 1.184 lulusan. Lulusan tersebut, terdiri dari 386 orang dengan wisudawan laki-laki dan wisudawan perempuan sebanyak 798 orang.

Baca Juga  Jangan Bosan Ajarkan Anak Mencuci Tangan

Para wisudawan merupakan lulusan dari Pascasarjana (S2), yaitu Program Studi Manajemen Pendidikan sebanyak 95 orang, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 30 orang. Sedangkan, lulusan dari program Pendidikan Profesi Guru sebanyak 44 orang.

Selain itu, lulusan dari program Sarjana (S1), yaitu Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling sebanyak 40 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 240 orang, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sebanyak 40 orang,

Kemudian lulusan sarjana Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sebanyak 21 orang, Pendidikan Ekonomi sebanyak 65 orang, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi sebanyak 108 orang, Pendidikan Teknologi Informasi sebanyak 13 orang, Pendidikan Matematika sebanyak 97 orang, Pendidikan Biologi sebanyak 58 orang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 88 orang, dan Pendidikan Bahasa Sastra Daerah sebanyak 15 orang

Lalu lulusan sarjana Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 94 orang, Pendidikan Fisika sebanyak 20 orang, Arsitektur sebanyak 7 orang, Teknik Mesin sebanyak 28 orang, Teknik Informatika sebanyak 29 orang, Teknik Sipil sebanyak 20 orang, Teknologi Pangan sebanyak 1 orang, Teknik Elektro sebanyak 4 orang, Hukum 4 orang, dan Manajemen 23 orang.

Wakil Rektor 1 UPGRIS melanjutkan, predikat kelulusan Cumlaude sebanyak 587 orang, Sangat memuaskan sebanyak 526 orang dan Predikat Memuaskan 27 orang.

Sejak berdirinya Universitas PGRI Semarang hingga wisuda ke 68, UPGRIS mencatat sudah meluluskan Magister Pendidikan, Sarjana Pendidikan, Ahli Madya, Ahli Muda Pendidikan sebanyak
50.168 ribu orang. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed