Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Wajib Dimiliki Sejak Dini

Wonogiri – Bertempat di Aula SMK Pancasila 7 Pracimantoro, Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Budi Waluyo memberikan materi Wasbang dan Bela Negara kepada peserta Jambore Ranting 11.12.07 Kecamatan Pracimantoro ke 34 yang dihadiri lebih kurang 120 orang, Senin (13/8).

 

Hadir dalam kegiatan antara lain, Danramil 13/ Pracimantoro Kapten Cba Budi Waluyo, Pendamping Pembina Pramuka Kakwaran Kecamatan Pracimantoro Kak Suparjo dan para Peserta Jambore Ranting 11.12.07 Kecamatan Pracimantoro.

Adapun Materi Wasbang yang disampaikan Danramil 13/Pracimantoro (Kapten Cba Budi Waluyo) bahwa saat ini kita hidup di era globalisasi yang seolah-olah negara tanpa batas (boardless) dengan segala bentuk dinamikanya. Globalisasi selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang memerlukan penanganan dan antisipasi.

Dia menuturkan untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan globalisasi, diperlukan wawasan kebangsaan dalam memperkuat semangat Nasionalisme melalui pendidikan Bela Negara. Beberapa bentuk pendidikan Bela Negara adalah melalui Resimen Mahasiswa, Pramuka, Pecinta Alam, dll untuk membiasakan diri belajar disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab, serta memahami Wawasan Kebangsaan.

Dia menjelaskan Pramuka adalah wadah pendidikan disiplin, jiwa Gerakan Pramuka tetap semangat, selalu produktif, inovatif dan kreatif dalam berkarya dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Sesuai dengan tema ulang tahun Pramuka Ke 57 “Pramuka Perekat NKRI” gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan di luar ruangan akan memperkuat NKRI. Sejak awal Pramuka dirancang sebagai alat pendidikan bagi generasi muda untuk menjadi Perekat NKRI, karena itu Pramuka bisa hadirdan diterima oleh masyarakat di setiap daerah.

Keberadaan suatu bangsa dalam bingkai Negara pada dasarnya dilandasi oleh 3 (tiga) hal mendasar yaitu: ”kesadaran”, ”semangat” dan ”tekad” yang kuat dalam memahami Wawasan Kebangsaan. Setiap warga negara harus mencintai tanah air sebagai ruang hidup dalam menjalankan kehidupannya yang selalu mendapat ancaman baik dari dalam maupun luar negeri; antara lain diwujudkan menjaga lingkungan hidup, mengenal wilayah tanah air, dan mencintai produk dalam negeri agar tumbuh rasa Nasionalisme. Bela negara bukan hanya perang mengangkat senjata tapi bagi pelajar adalah belajar yang rajin menghormati guru itu juga merupakan bentuk bela negara. (RedG)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *