BERI WAWASAN KEBANGSAAN, DANDIM 0718/PATI MINTA SISWA STM HINDARI NARKOBA DAN TAWURAN

Pati – Pembentukan Karakter dan berjiwa nasional demi memupuk penerus penerus bangsa yang solid maka di masa Orientasi Peserta didik baru (MOPDB) Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) & Pendidikan Karakter I SMK Tunas Harapan Pati menerima Wawasan Kebangsaan Kodim 0718/Pati tahun ajaran 2018/2019,  Rabu (04/03).

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan .S.sos.memberikan materi wawasan kebangsaan kepada peserta didik baru tetang 4 Konsensus dasar Negara yaitu . Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan pengetahuan tentang kerajaan Sriwijaya, Majapahit.

Lebih lanjut, mengatakan, Belajar yang benar jadi orang sukses kuasai Indonesia  dengan kemampuan adik – adik,  dengan kekayaan Indonesia yang melimpah, para siswa harus bangga menjadi bangsa indonesia.
Sementara itu di era” globalisasi saat ini semakin banyaknya ancaman multi dimensi. Oleh karena itu generasi muda khususnya para pelajar sangat perlu diingatkan dan ditanamkan kembali tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara sejak dini. dengan harapan “kita tidak mudah rapuh dan tetap semangat.
Serta tetap menjaga kebersamaan, tidak mudah tercerai-berai ,sehingga ke depan kita memiliki ketangguhan dalam menghadapai berbagai tantangan jaman. Apalagi para peserta didik ini merupakan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini ke depan,”Jelas Dandim.

Kepala Sekolah, Ir. Eni Wahyuningsih, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Dandim Pati yang sudah berkenan hadir dan memberikan bimbingan dan menanamkan wawasan kebangsaan kepada anak didik kami yang baru masuk.

Lebih lanjut, menyampaikan kami memahami dan menyadari bahwa anak anak kami khususnya klas X yang detik ini menginjakkan kakinya pertama kali di SMK Tunas harapan ini berasal dari sekolah yang mempunyai corak kehidupan dan budaya yang berbeda beda oleh karena itu dengan adanya masa orientasi sekolah ini harus menjadi arena untuk membangun kebiasaan baru dan sekaligus sebagai tempat belajar menjadi manusia dengan tradisi dan pola hidup yang lebih dinamis,”jelasnya. (RedG kontributor narto)

Tinggalkan Komentar