oleh

Warga Pertanyaan Jalan Lingkar yang Tidak Kelar

Bangka Tengah – Masyarakat Bangka Tengah, khususnya warga Desa Batuberiga, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan lingkar  sepanjang 1,6 km yang menjadi akses jalan utama. Jalan  Kabupaten ini,  belum ada peningkatan jalan, sementara akses jalan utama tersebut diguyur panas dan hujan, serta selalu dilalui masyarakat bertahun-tahun tersebut kembali rusak.

“Ya kondisi jalan lingkar utama ini, sudah beginilah keadaannya bertahun-tahun pak, sampai sekarang belum ada realisasi peningkatan dari Pemda Bateng,” ungkap Iyan di Desa Batuberiga, Minggu sore (07/11/2021).

Sementara itu Kades Baruberiga, Abdul Gani didampingi BPD Batuberiga, Samsuma saat dikonfirmasi awak media di kediamannya membenarkan, jalan lingkar yang merupakan akses jalan utama masyarakat tersebut sudah lama rusak. “Jalan lingkar sepanjang 1,6 km ini, sebelumnya sudah dibangun Pemda sejak lama, prosesnya sudah lama pengerasan dan dibatu, namun sampai kini belum juga ditingkatkan pengaspalan,” ungkap Kades Gani.

Ungkapnya, dalam Musrenbangdes pihaknya sudah sering mengusulkan, bahkan juga melalui proposal. Namun, masih belum juga terealisasi peningkatan jalan tersebut. “Kalau dari pihak Pemda Bateng melalui Dinas PUPR, infonya sudah dianggarkan dan akan dibangun, tapi ya hingga kini belum juga realisasinya pak,” katanya.

Menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Batuberiga, Kades Gani meminta agar Pemda Bateng melalui Dinas PUPR bisa segera merealisasikan peningkatan jalan lingkar utama ini. “Kami masyarakat berharap, agar jalan lingkar desa utama desa utama ini segera diaspal,” harapnya.

Ditambahkan Samsuma, jalan utama yang membelah desa ini sejauh ini bilamana ada kerusakan perbaikannya hanya sebatas tambal sulam. Sementara untuk jalan lingkar sepanjang 1,6km di RT 5 dan RT 7 yang telah dibangun Pemda Bateng sejak 2009 silam hingga kini belum ada tindak lanjut realisasi peningkatan jalan. “Jalan Polindes, Jalan Teluk hingga Jalan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sepanjang 1,6 km sampai sekarang belum ada peningkatan pak,” katanya.

Baca Juga  Respon Cepat Timgab Tangani Tambang Ilegal

Mirisnya, jalan lingkar yang berbatu tersebut saat ini sudah semakin rusak, terlebih saat musim hujan becek berlumpur dan licin. Sementara kalau musim kemarau, debu-debu beterbangan kemana-mana, tentunya kondisi tersebut membahayakan masyarakat pengguna jalan. “Sejauh ini, kami masyarakat berswadaya memperbaiki jalan lingkar yang rusak, mulai menimbun dengan pasir dan puru hingga memasang gorong-gorong. Namun tentunya, kami berharap agar Pemda Bateng bisa segera merealisasi peningkatan jalan lingkar utama di desa kami ini,” ungkapnya.

Jika alasan peningkatan jalan oleh karena pemangkasan anggaran akibat pandemi Covid-19, bukankah itu sedikit naif. Buktinya, berapa kilometer akses jalan utama menuju Dusun Tanjungberikat saja nyatanya bisa dibangun diaspal dengan lebar dan mulus. “Nah, kenapa jalan lingkar di dalam Desa Batuberiga ini malah diloncati,” tanya Samsuma.

Sementara Kabid Bina Marga PUPR Bateng, Yusuf mengungkapkan, peningkatan jalan di Desa Batuberiga tersebut pada 2020 lalu, sudah dianggarkan, bahkan sudah dilelang proyeknya dengan nilai kisaran Rp.1,7miliar dengan volume pengerjaan sepanjang 1,2km.

“Hanya saja, pada tahun itu terdampak pemangkasan anggaran akibat refocusing, sehingga realisasi peningkatan jalan lingkar utama Desa Batuberiga itu jadi terhambat. Sama halnya pada 2021 ini, masih kendala sama, refocusing,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya segera akan membangun jalan lingkar tersebut jika dana sudah memadai. “Mungkin secepatnya bisa dalam satau atau dua kedepan, bisa ditingkatkan. Karena jalan lingkar utama Desa Batuberiga tersebut harus satu paket, mengingat jarak dari Pemda ke lokasi cukup jauh,” tandas Yusuf.(RedG)

  • Penulis : Rizal Phalevi
  • Editor : Sarwo Edy

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed