Kota Pekalongan – Jajaran Pemerintah Kota Pekalongan meninjau tanggul Slamaran yang jebol pasca musibah rob yang menimpa Kota Pekalongan sejak awal Juni 2020.

Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Nur Priyantomo SE MM, dan perwakilan dinas lainnya meninjau tanggul Slamaran, Senin (8/6/2020). Usai meninjau tanggul Slamaran Walikota Saelany meninjau tanggul Randujajar.

Walikota Saelany mengungkapkan bahwa pada hari ini (8/20, ia ingin melihat beberapa tanggul jebol termasuk yang di Slamaran, ternyata permasalahan yang ada di Slamaran ini terkait dengan kewenangan-kewanangan baik dengan Perindo maupun PPNP.

“Yang menjadi masalah di sini yakni kedisplinan parkir kapal-kapal yang menjadi kewenangan Perindo dan PPNP. Pemkot akan segera mengkoordinasikan pihak-pihak tersebut karena adanya kapal-kapal yang bersandar di sini membawa dampak lingkungan,” kata Saelany.

Saelany juga menuturkan selama ini adanya kapal-kapal yang parkir tidak diketahui apakah membawa kontribusi bagi masyarakat sekitar, sedangkan yang terjadi di sini merusak lingkungan.

“Ini mau kita keruk agak sulit karena ada kapal-kapal. Jika koordinasi dengan PPNP dan Perindo dilaksanakan paling tidak akan memudahkan proses di sini. Bahkan jika ke depannya ada kerjasama dengan masyarakat untuk mengurus parkir, mungkin masyarakat akan semakin peduli dengan lingkungan di sini sehingga dapat memelihara bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Nur Priyantomo SE MM menambahkan bahwa tanggul yang jebol di Kota Pekalongan yakni di Slamaran, Randudjajar, Pabean. Tirto, Bremi, dan Meduri. Khusus untuk ini penanganan sementara atau darurat di Slamaran akan kita tanggul sepanjang 510 meter, kemudian di sungai Sibulan sepanjang 700 meter.

“Ini akan cepat kita kerjakan karena perediksi BMKG pada bulan Juni ini masih tinggi gelombangnya. Kita akan kebut, minimal mengurangi genangan di Slamaran,” ungkap Nur.

Nur juga mengatakan bahwa untuk jangka menengah dan jangka panjang seperti yang dikatakan Walikota Saelany untuk koordinasi dengan PPNP dan Perindo. Pekerjaan di Slamaran ini akan segera selesai jika kondisi lingkungan sudah bersih untuk memudahkan pengerukan. “Untuk yang di Patiunus itu limpasan dari Kali Loji kita buatkan pintu air dan berikan pompa untuk mengurangi air genangan di Jalan Semarang dan Jalan Surabaya,” pungkas Nur. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar