oleh

Vaksinasi untuk Walikota Batam Dijadwal Ulang

Batam – Sempat gagal di suntik vaksin Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Batam akan menjadwal ulang Walikota Batam untuk suntikan vaksin. Rudi sempat lima kali dilakukan pengecekan tekanan darah dan hasilnya Rudi tetap tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin Covid-19.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan pertama, tekanan darah Rudi mencapai 160. Kemudian pemeriksaan ke dua 145, pemeriksaan ke tiga 140. Kemudian pada pemeriksaan keempat tekanan darahnya 151 dan kelima 155. Sementara yang mendapatkan vaksin masimal memiliki tekanan darah 140.

“Kita akan jadwal ulang vaksinasi buat pak Walikota dilain hari. Hari ini tekanan darah tinggi dan tidak boleh di vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota, Didi Kusmarjadi, Jumat (15/1/2021).

Ia mengatakan, untuk kali ini, sebanyak 20 orang yang mendapat vaksin sebagai awal pencanangan vaksinasi Covid-19. Selanjutnya, pihaknya akan memvaksin tenaga kesehatan yang berjumlah 5.000 orang. Untuk Batam, di tahap pertama ini mendapat kuota 11.120 vial vaksin.

“Tahap ini diprioritaskan untuk tenaga medis,” kata dia.

Sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), seperti terkonfirmasi menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, ada anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi ke-2).

Selanjutnya, orang yang juga tak boleh mendapatkan vaksin seperti orang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, menderita penyakit jantung (gagal jantung atau penyakit jantung koroner), menderita penyakit autoimun sistemik (SLE atau lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya, menderita penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid, menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis.

Baca Juga  Brimob Kawal Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Provinsi Jambi

Seterusnya, menderita penyakit saluran pencernaan kronis, menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun, menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.

Kemudian, orang yang berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih dan HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.(redG/Bayu).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed