oleh

UPGRIS Penerima Dana Pengabdian Masyarakat dan Tematik, Peringkat Ketujuh

Semarang – Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengumumkan, perguruan tinggi-perguruan tinggi swasta penerima dana pengabdian masyarakat dan tematik. Pengumuman tersebut dilansir melalui kanal YouTube @KemenristekBRIN, pada Rabu (24/2).

Dari pengumuman itu diketahui, ada 10 perguruan tinggi swasta yang menerima pendanaan pengabdian masyarakat dan tematik tersebut, yaitu Universitas Bosowa, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Surabaya, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Maria Kudus, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas PGRI Semarang, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Wisnuwardhana.

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendapatkan pendanaan pengabdian masyarakat dan tematik sebanyak Rp 655,7 juta. Dalam hal itu, UPGRIS mendapatkan prestasi meraih peringkat tujuh nasional perguruan tinggi swasta tahun 2021.

Prestasi ini bukti UPGRIS merupakan kampus yang memiliki kualitas dan prestasi akademik yang sangat baik. Tiap tahun prestasi akademik serta non akademik terus ditorehkan dosen, mahasiswa, serta karyawan. Kinerja Tridharma perguruan tinggi sudah berjalan sejak lama. Hingga kini UPGRIS terus menjadi kampus yang dipercaya oleh masyarakat secara luas.

Menurut Kemenristek/Brin, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh Perguruan Tinggi yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. UU itu menyebutkan, mewajibkan Perguruan tinggi untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Program Pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Maysarakat (DRPM), Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN juga berusaha ikut berperan dalam penanggulangan dampak pandemik Covid-19 bagi masyarakat.

DRPM menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal.

Baca Juga  Perwira Merupakan Pemimpin, Panutan Anak Buah

Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program-program Pengabdian Masyarakat dengan sepuluh bidang fokus Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) yaitu Energi, Kesehatan, Transportasi, Kemaritiman, Sosial Humaniora, Pendidikan dan Seni Budaya, Material Maju, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pangan, Kebencanaan dan yang terakhir adalah Pertahanan dan Keamanan.

Hal ini sejalan dengan hasil rakornas Kemenristek/BRIN untuk menyinergikan program riset dan inovasi nasional 2021 yang diarahkan untuk Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) serta covid 19.

Tercatat, lima dosen UPGRIS yang berhasil lolos dalam pendanaan pengabdian kepada masyarakat tahun 2021. Diantaranya, Dina Prasetyowati skema program pengembangan desa mitra dengan judul Pengembangan Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Sebagai Desa Sentra Kerupuk Ikan.

Kedua, Iin Purnamasari skema program kemitraan masyarakat dengan judul Pkm Kelompok Perajin Bambu: Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Teknologi Laser Computer Numeric Control dalam Mewujudkan Ketangguhan Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19.

Ketiga, Mukhlis skema program pengembangan desa mitra dengan judul Ppdm Desa Wisata Pendidikan Bukit Sulistyo Kalitengah.

Keempat, Nizaruddin skema program pengembangan usaha produk intelektual kampus dengan judul Ppupik Cendekia: Centre Of Training And Consulting For Inovative Teacher.

Kelima, Rosalina Br. Ginting skema Program Pengembangan Desa Mitra dengan judul PPDM “The Sport And Agricultural Beach” Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal.

Ketua LPPM UPGRIS, Senowarsito MPd mengatakan, peringkat jumlah anggaran yang diterima UPGRIS sangat membanggakan. Pemeringkatan ini menjadi tolak ukur LPPM UPGRIS untuk terus berbenah agar di tahun berikutnya menjadi peringkat satu.

“Tahun ini LPPM UPGRIS secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas proposal pengabdian. Agar tahun 2022 mampu mempertahankan atau lebih meningkat,”tutur Senowarsito.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Tak Halangi Peringatan Hari Kemerdekaan ke 76

Sementara itu, Dr Muhdi SH MHum Rektor UPGRIS mengungkapkan rasa bangga dengan peringkat pengabdian kepada masyarakat UPGRIS yang mengalami kenaikan.

“Pretasi ini sebagai tolak ukur kinerja dosen UPGRIS dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi tercapai dengan sangat baik. Tahun 2021 UPGRIS mendapat peringkat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara nasional yang membanggakan. UPGRIS terus mendukung kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dengan maksimal. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Muhdi. (RedG/Dicky Tifani)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed