oleh

UGM Kembangkan Literasi Sains dan Lingkungan untuk Anak Sekolah

Yogyakarta – Literasi sains dan lingkungan sangat penting ditanamkan sejak dini, guna mempersiapkan generasi muda yang berkarakter adaptif, produktif, kreatif serta mampu berpikir ilmiah dan kritis, sebagai wujud pendidikan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dosen dan mahasiswa UGM melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program literasi sains dan lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembelajaran kepada masyarakat secara  praktis dan relevan dengan memperhatikan sumber daya alam atau gejala lingkungan sekitar sehingga dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan melalui Project-Based Learning untuk Siswa.

“Target dari kegiatan ini adalah siswa PAUD, TK, SD, orang tua murid, dan guru pada satuan pendidikan formal maupun non formal. Oleh karena itu, kami menggandeng PKBM Ibnu Hajar dan Himpaudi Kabupaten Magelang untuk pelaksanaannya,” ungkap Tri Rini selaku Ketua Kegiatan Pengabdian, Senin (27/9).

 

Kegiatan yang dilaksanakan di alam terbuka pada  25-26 September 2021 kemarin di PKBM Ibnu Hajar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pengembangan program literasi sains dan lingkungan ini melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dan Program Studi Bioteknologi SPs UGM, yakni Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc., Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si., Dr. Dini Wahyu Kartika Sari, S.Pi., M.Si., Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng., dan Lisna Hidayati, S.Si., M. Biotech. Sepuluh orang mahasiswa Program Studi Bioteknologi dan tiga orang mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM juga aktif berperan pada kegiatan ini.

“Kegiatan ini juga sangat relevan untuk mendukung penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di bidang pengabdian kepada masyarakat. Saya dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah saya peroleh di bangku kuliah, terkait pengelolaan sampah dan lingkungan untuk siswa dan guru PAUD dan SD,“ imbuh Annisa, mahasiswa MBKM Fakultas Biologi UGM.

Baca Juga  Peringatan Hari Amal Bhakti, Bupati Pemalang Serahkan Penghargaan Kompetisi Saint

Beberapa siswa dari berbagai sekolah berperan serta pada kegiatan pengabdian ini, seperti KB Al Izzah, KB Permata Hati, PAUD As Salam, TK Ibnu Hajar, SDN Sirahan 1, SDN Selobero, SD Bentara Wacana, dan SD Gunung Pring. Kegiatan pengenalan sains dan lingkungan ini terdiri dari pengenalan dan praktek mitigasi bencana gunung meletus, pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pengenalan dan praktek fermentasi sederhana membuat tape singkong dan yoghurt, praktek pembuatan hidroponik, dan berlatih memilah sampah organik dan anorganik, serta pembuatan kompos.

“Kami menggunakan metode pembelajaran berbasis projek yang dihubungkan dengan kondisi sekitar tempat tinggal siswa. Hal ini merupakan strategi penting yang dipilih dalam literasi sains agar siswa tidak merasa terbebani dan dapat mengingat hal yang sudah mereka pelajari dalam jangka waktu panjang. Proses pembelajaran disampaikan dengan modifikasi pembelajaran menjadi  bentuk permainan sehingga memberi kesan menarik dan menyenangkan bagi anak-anak” ujar Lisna, dosen Fakultas Biologi UGM.

 

Praktek Membuat Hidroponik Sederhana

Sebagai contoh, pengenalan TOGA dilakukan dengan metode mencari jejak. Peserta diminta mencari TOGA (kunyit, jahe, jeruk nipis, dll) yang telah disembunyikan oleh panitia dan mencocokkan dengan nama TOGA. Setelah itu, dilakukan pemaknaan permainan dan pembahasan manfaat masing-masing TOGA di lingkungan sekitar.

“Media dalam pengembangan literasi sains dan lingkungan juga kami unggah pada LMS, sehingga siswa, guru dan masyarakat dapat mengakses dengan mudah dan sebagai wujud pendidikan berkelanjutan” tambah Irkham, mahasiswa S2 Program Studi Bioteknologi UGM. (RedG).

  • Penulis : Lisna Hidayati
  • Editor : Sarwo Edy

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed