oleh

Tim PKM Prodi Desain Komunikasi Visual Lolos PIMNAS ke 33 Tahun 2020, Jadi Satu- Satunya Wakil ISI Surakarta

-Surakarta-16 views

Solo- Sebagai satu-satunya tim dari 11 (sebelas) tim yang didanai dari ISI Surakarta yang lolos ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke 33 di tahun 2020, dimana raihan prestasi tim mahasiswa ini yang lolos dan didanai dari kegiatan Kemendikbud Tahun 2020 yaitu PKM (Program Kreativitas mahasiswa) skim PKM KC (Karsa Cipta) yang berjudul “Bahitra Acitya Boardgame Permainan Interaktif Berbasis Augmented Reality Sebagai Media Pendidikan dan Moral Pada Anak-Anak”.

Babak final PIMNAS 2020 ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan sebagai tuan rumah yaitu Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dimana kompetisi tingkat nasional ini mewadahi 8 bidang PKM, antara lain Kewirausahaan (PKM-K), Penelitian Eksakta (PKM-PE), Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH), Karsa Cipta (PKM-KC), Penerapan Teknologi (PKM-T), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK).

Pelaksanaan kegiatan final yang diikuti oleh 625 Tim dari 101 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia pada 24-29 Nopember 2020.

Persiapan menuju PIMNAS baik pembekalan untuk aspek materi, penyusunan poster ilmiah, maupun presentasi sudah dilaksanakan dengan dikoordinasi oleh Tim Pokja PKM ISI Surakarta, dimana tim ini yang berasal semuanya dari mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta yang berjumlah 3 (tiga) yaitu : Rizky Kurniawan Heriadi sebagai ketua, beserta Latifah Azmul Fauzi dan Fadhlir Rahman Nur A.E.P.P sebagai anggota dan dibawah bimbingan Rendya Adi Kurniawan, S,Sn., M.Sn.

Nama Bahitra Acitya berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bahtera ilmu pendidikan. Bahitra Acitya Boardgame merupakan sebuah permainan papan antara orang tua dengan anaknya sebagai media interaktif komunikasi dan pendidikan moral dan etika untuk anak-anak. Game ini, menerapkan antara anak dan orang tua bisa bekerja sama untuk menurunkan balok satu persatu untuk mempersatukan kembali karakter anak dan orangtua dalam game.

Baca Juga  Pembukaan Pembelajaran dan Pengenalan Lingkungan Sekolah Peserta Didik Baru Sekolah Angkasa

Rizky Kurniawan Heriadi menjelaskan dengan adanya permainan boardgame ini, hubungan orang tua dan anak akan semakin erat dan orang tua dapat mengajarkan anak tentang nilai-nilai kehidupan serta anak pun dapat berbagi cerita kepada orangtua.

Dalam boardgame ini menggunakan fitur Augmented Reality sebagai media permainannya, dimana kita membutuhkan handphone untuk memulai permainannya dan diminta menscan code yang ada di papan dengan aplikasi Bahitra Acitya Boardgame serta pada kartu yang digunakan untuk menggerakan pion virtual melalui handphone. Dalam game terdapat kartu pertanyaan tentang pelajaran-pelajaran dasar serta pertanyaan kosong yang dapat dimanfaatkan orangtua dan anak untuk saling berbagi cerita. Dengan adanya itu, orang tua dan anak akan semakin dekat dan orang tua lebih mudah memantau kegiatan anak.

Selain itu menurut Ketua Pokja PKM ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, S.Sn., M.Ds raihan prestasi sangat membanggakan dan diharapkan dapat merah prestasi yang maksimal nantinya, dimana sebagai satu-satunya tim wakil dari ISI Surakarta bisa menjaga tradisi yang selalu mampu mengirimkan tim di PIMNAS. (RedG/Aris)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed