Tanam Bibit Durian Klampok, Suparno Parnaraya Buat Sejarah di Dusun Klampok

Wonogiri – Kepedulian putera daerah bertangan dingin Suparno Parnaraya tidak hanya soal kaum lansia dan pembangunan tempat wisata, namun juga bidang pertanian. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian bantuan bibit durian jenis Montong Kuning kepada masyarakat Dusun Klampok, Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kamis (5/3).

Sebanyak 55 bibit pohon durian dari Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem didatangkan guna ditanam di dusun kelahiran pemilik bangunan Istana Parnaraya tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Suparno Parnaraya, Wakil Ketua Umum Paguyuban Keluarga Wonogiri (PAKARI) Lesna Purnawan, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo, tim PT Berdaya Karya Nusantara (BKN), perwakilan Duta Wisata Kabupaten Wonogiri, Pj Kepala Desa Tempursari Tri Wiyanto, Kepala Dusun Klampok Sularto dan masyarakat setempat.

Kepala Dusun Klampok, Sularto mengatakan pembagian 55 bibit unggul durian tersebut diserahkan kepada masyarakat Dusun Klampok agar ditanam oleh masyarakat setempat dan diharapkan dapat dipanen setelah empat tahun.

“Masyarakat semoga bisa merawat bibit durian tersebut dan ke depan mereka akan menikmati hasilnya,” katanya.

Pj Kepala Desa Tempursari Tri Wiyanto mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya sosok Suparno Parnaraya adalah sosok perantau sukses yang mau berkontribasi bagi desa kelahirannya

Tri Wiyanto berharap kegiatan tersebut bisa menyulap Dusun Klampok menjadi daerah penghasil durian di masa mendatang.

“Pak Parno membawa berkah , sosok orang sukses tidak lupa kampung halaman, membawa inovasi di Dusun Klampok,” ungkapnya.

Suparno mengatakan pihaknya membeli bibit raja buah tersebut dari petani durian bernama Rimo dari Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem.

Suparno berharap ke depan Dusun Klampok menjadi sentra buah durian di masa depan. Guna membranding dusun kelahirannya tersebut, dia menamakan bibit durian tersebut dengan nama buah Durian Klampok.

“Dusun Klampok ada sejarah baru hari ini yakni ada Durian Klampok.Bupati telah membuat infrastruktur bagus yakni pembangunan jalan, semoga ke depan Dusun Klampok menjadi sentra durian,” tegasnya.

Rimo petani durian dari Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem menjelaskan bibit buah tersebut bisa berbuah setelah 3 sampai 4 tahun jika dirawat dengan benar.

Pemilik perkebunan buah durian tersebut berjanji akan melakukan pendampingan kepada masyarakat Dusun Klampok tentang cara menanam durian yang baik.

“Panen buah awalnya setelah 3 sampai 4 tahun yakni 2 buah, setelah 10 tahun 40 buah, 1 buah bisa mencapai berat 4 kg,”

“Pak Parno berharap masyarakat bisa tergugah agar bisa menanam selain padi,jagung,kacang tanah yakni buah durian,” lanjutnya.

Joko Purnomo, mantan Ketua KPU Propinsi Jawa Tengah mengatakan kegiatan menanam bibit durian tersebut perlu dikembangkan di wilayah lain.

“Harus ada pionner dan harus ada pendampingan supaya lahan mati bisa menjadi produktif,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *