oleh

Tahun 2020, IPM Pemalang Duduki Peringkat 34

Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Tengah, melakukan press rillis mengenai indeks pembangunan manusia Jawa Tengah tahun 2020, melalui channel youtube https://youtu.be/LpXd-4JVkUQ.

Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono, Semarang, Selasa (15/12) mengungkap Perkembangan IPM Jawa Tengah Tahun 2011-2020.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living).

Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH), yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. Dimensi pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan ditempuh oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Sementara itu, dimensi
standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP= Purchasing Power Parity)
atas dasar harga konstan 2012.

IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks  pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan melalui standarisasi nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks. Karena IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan manusia dalam jangka panjang, maka memahaminya difokuskan pada dua aspek, yaitu kecepatan dan status pencapaian indeks.

Baca Juga  Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Per 24 Februari Capai 1.306.141 Kasus

Secara umum, pembangunan manusia Jawa Tengah terus mengalami kemajuan selama periode  2011 hingga 2020. IPM Jawa Tengah meningkat dari 66,64 pada tahun 2011 menjadi 71,87 pada tahun
2020. Selama periode tersebut, IPM Jawa Tengah rata-rata tumbuh sebesar 0,85 persen per tahun.

“Pada periode 2019-2020, IPM Jawa Tengah hanya tumbuh tipis 0,20 persen atau meningkat 0,14 poin. Peningkatan pada periode ini lebih rendah dibandingkan dengan periode 2018-2019, yang naik sebesar  0,61 poin, maupun pada periode 2017-2018, yang naik sebesar 0,60 poin. Hal ini disebabkan adanya wabah pandemic Covid-19 yang telah berdampak pada menurunnya rata-rata pengeluaran perkapita  penduduk Jawa Tengah pada tahun 2020. Tahun 2020 merupakan tahun keempat IPM Jawa Tengah  berstatus “tinggi” (IPM di atas 70).” ujar Sentot .

IPM Pemalang 

Dari paparan kepala BPS, IPM Kabupaten Pemalang sebesar 66,32 urutan ke 34 diatas Kabupaten Brebes dengan 66,11 points. IPM tertinggi diraih oleh kota Salatiga dengan points 83,14.

Laju pertumbuhan IPM Kabupaten Pemalang stagnan dibanding tahun lalu.

Menurut BPS Jawa Tengah, kondisi Pemalang yang masih menempati posisi ke 34 dikarenakan rendahnya indeks daya beli yaitu dari pengeluaran rumah tangga serta  rata-rata lama sekolahnya. (RedG/SWE)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed