Pacitan – Menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Pacitan berbagai macam pelanggaran tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di Pacitan, Jawa Timur menurut Berty Stefanus, Ketua Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Pacitan saat ini belum pernah ada.

Hal itu di sampaikan olehnya saat di konfirmasi terkait pelanggaran-pelanggaran yang di lakukan oleh masing-masing Paslon Bupati dan wakil Bupati Pacitan periode 2020-2024.

Berty, menegaskan bahwa sampai saat ini belun ada pelanggaran dalam bentuk apapun, alasannya  pihaknya (Bawaslu) belum ada bukti yang di proses.

“Kalau sampai saat ini pelanggarannya belum ada, kita mengatakan belum ada karena bukti belum kita proses,”ucapnya, Jumat, (6/11) .

Bila ada pelanggaran, lanjut Berty, akan tetap di proses secara hukum namun untuk pelanggaran tentang Alat Peraga Kampanye (APK) hanya akan di hukum secara administrasi.

“Kalau pelanggaran terbukti ya pasti ada sangsinya,karena setiap pelanggaran apa saja tentu ada hukumannya, kecuali kalau pelanggaran apk itu hanya hukuman administrasi,”tegasnya

Lalu bagaimana dengan video yang viral di media sosial.terkait kampanye untuk mengajak memenangkan salah satu paslon yang di lakukan di tempat Ibadah (Masjid).Secara atuaran yang berlaku.kampanye tidaklah boleh di lakukan di tempat-tempat ibadah.belum di proseskah atau di nilai bukan suatu pelanggaran?

Hingga berita ini turun. Mohammad Ashuri, Koordinasi Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Pacitan.belum bisa di konfirmasi,dengan alasan keluar kota.bahkan di hubungi via seluler.juga belum ada respon atau jawaban. (RedG/Apri)

Tinggalkan Komentar