oleh

Tabrak Tabrak dan Terus Tabrak, Ganjar Harus Nyapres

Penulis  : Heru Subagia
Ketua Relawan Ganjar Pranowo 2024/ RGP2024:

Cirebon – Genderang pilpres dan pileg 2024 susah ditabuh. Diawali langkah awal koalisi partai pertemuan 3 elite partai untuk membentuk wadah besar kekuatan politik, terlahir/Koalisi Indonesia Bersatu / KIB ( PAN,PPP dan Golkar ). Langkah politik ini dipastikan akan disusul koalisi partai atau poros baru berikutnya.

Secara prinsip RGP2024′ menyambut gembira dan sangat optimis jika kontestasi pilpres dan pileg 2024 dengan langkah langkah nyata memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas dan juga memberikan pilihan pilihan segar dan terbuka calon pemimpin baik calon legislatif ataupun calon presiden dan wakilnya .

Kami RGP2024 memberikan gambaran dan sikap tegas atas proses penyelenggaraan hajat pesta demokrasi di tahun 2024 tidak cacat moral dan cacat politik serta cacat legitimasi. Harus melalui mekanisme seleksi yang ketat, memenuhi syarat baik seleksi personal ataupun administrasi dan harus melibatkan penuh partisipasi masyarakat baik perannya sebagai pemilih, parpol dan lembaga penyelenggara pemilu.

Kami menyampaikan himbauan dan saran untuk partai politik dan koalisi partai yang sudah atau yang akan terbentuk. Partai politik sebagai lembaga formal/resmi negara untuk mencalonkan dan mengusung Capres dan Cawapres. Kami menginginkan partai dan koalisi partai untuk mendengarkan dan menerima masukan ,kritik dan harapan relawan atau individu relawan sebagai berikut:

1. RGP menyambut baik proses awal koalisi terbentuk. Gerbang menuju kontestasi Pilpres dan Pileg 2024 di mulai lebih dini. Koalisi partai menjadi keharusan bagi partai yang tidak memenuhi Presidential Threshold untuk bergabung / koalisi bersama .

Langkah awal wacana pilpres memberikan dampak polarisasi kekuatan partai politik dan figur Capres-cawapres. Figur calon pemimpin negeri ini akan segera didapatkan dan dipublikasikan sehingga secara keseluruhan masyarakat dapat memberikan komentar, kritik dan evaluasi Paslon tersebut.

Baca Juga  Kepemimpinan Berlandaskan Nilai-Nilai Anti Korupsi Dalam Berorganisasi

2. RGP menolak jika figur Capres dan Cawapres hanya dijadikan Pansos Politik , memanfaatkan Ganjar atau tokoh lain yang sudah mempunyai elektoral dan elektabilitas tinggi digunakan untuk numpang terkenal dan memanfaatkan untuk endoser / iklan berjalan .

Koalisi partai hanya memunculkan banyak figur capres untuk menaikkan elektoral elite partai dan partainya. Keseriusan pencapresan harus dibuktikan keputusan untuk ambil sikap tegas memunculkan segera capres dan cawapres yang akan diusung.

3. RGP meminta partai dan atau koalisi partai jangan melakukan transaksi dagang jabatan posisi capres atau cawapres . Koalisi partai idealnya menawarkan kesemua calon capres ataupun cawapres ikut bursa pencalonan .

Syarat dan ketentuan harus terbuka dan dalam pelaksanaanya wajib disaksikan masyarakat umum sebagai bagian keterbukaan. Informasi dan proses politik yang demokratis dan bertanggung jawab.

Banyak capres -cawapres potensial terlahir bukan dari orang anak pejabat, golongan priyayi/ ningrat kaya atau pengusaha besar, tetapi mereka terlahir menjadi pimpinan yang hebat serta telah habis dengan dirinya dan siap totalitas mengabdi dan membangun negara.

4. RGP menyarankan partai dan koalisi partai apapun untuk menghindari keterlibatan oligarki memasuki ranah pemilihan capres dan cawapres. Koalisi partai harus bisa mencari dana pembiayaan pencapresan dari sumber dana yang syah dan legal.

Pada saatnya nanti jika calon menang, bukan kemenangan dari oligarki tetapi hasil dari kerja koalisi dan tim kampanye dan masyarakat luas yang mendukung . Presiden terpilih bukan lagi petugas oligarki.

5. RGP menolak pengkhianatan koalisi partai untuk rakyat atas persyaratan dasar proses pencalonan tidak berdasarkan keputusan elite partai koalisi tetapi harus mempertimbangkan suara pemilih masing- masing partai. Tidak ada pengkhianatan antara suara yang diinginkan masyarakat dengan keputusan akhir dari elite koalisi partai.

Baca Juga  Sejarah Sastra Indonesia dalam Bingkai Budaya Bangsa

6. RGP meminta dan memastikan kepada lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu (KPU dan Bawaslu) melakukan tugas secara proporsional dan profesional, tidak terfikir dan bertindak melakukan kecurangan dengan memberikan ruang lobi khusus mempermudah, memberikan fasilitas atau mendukung Paslon tertentu .

Proses dari awal dan sampai akhir ketetapan pemenang pemilu harus dilakukan dengan prosedur dan kaidah yang sudah diamanatkan dalam UU pemilu. Pengawasan pemilu harus mampu meniadakan dan menghindari berbagai Kecurangan pemilu . Sikap dan sangsi tegas harus dijatuhkan bagi siapa saja yang melanggarnya.

Tentunya kami juga punya hak suara baik secara individu atau kolektif atas nama relawan, memberikan sikap tegas jika himbauan dan harapan kami hanya sekedar didengar dan ditampung,tidak dianggap masukan positif untuk proses seleksi dan pemilihan kepemimpinan bangsa, kami akan melakukan serangkaian pesan dan tindakan moral .

Jika terpaksa kami akan melakukan gerakan politik dalam sikap tidak akan memilih atau mencoblos nama presiden selain Ganjar Pranowo. Kami akan tetap mendukung pilpres dan pileg dan datang ke TPS hanya kami akan membiarkan kartu suara bersih tanpa ada goresan paku atau tidak ada bekas tusukan benda apapun. Kami akan Golput baik untuk suara legislatif dan suara Presiden . Tabrak, tabrak dan terus tabrak. Ganjar harga mati, harus ada dan karena itu pilihan kami.(RedG)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar