oleh

Surat Edaran Satgas Covid-19 Perketat Perjalanan Orang Selama PPKM

Jakata – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dimasa Pandemi COVID-19. SE tentunya untuk mendukung kebijakan pemerintah, yakni Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

SE ini juga sekaligus menggantikan SE Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan (Protkes) Perjalanan Orang selama Libur Natal dan Tahun baru yang masa berlakunya selesai pada 8 Januari kemarin.

“Bahwa dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang terus berpotensi meningkat, maka perlu dibentuk Surat Edaran tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam masa Pandemi Covid-19,” kata Ketua Satgas Covid-19 demikian SE tersebut yang diterima G-News.id, di Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Dalam SE tersebut, ditegaskan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) untuk selalu menaati protokol kesehatan dengan tetap memakai masker dan dilarang berbicara sepanjang perjalanan. Penumpang juga dilarang makan dan minum disepanjang perjalanan yang durasinya kurang dari 2 jam, kecuali individu yang diwajibkan mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan.

Pencegahan penyebaran Covid-19 di Bandara Ngurah Rai, Bali (Foto: Istimewa)

Berikut penjelasannya lengkapnya SE Satgas Covid-19 yang mulai diberlakukan selama masa PPKM tersebut sebagai berikut;

Aturan Perjalanan ke Pulau Bali:

– Transportasi udara: penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam. Atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

– Transportasi darat dan laut dengan kendaraan pribadi atau umum: wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Perjalanan dari dan ke Pulau Jawa, termasuk di dalam Pulau Jawa

Baca Juga  Tito Minta Semua Pihak Patuhi Aturan Selama Masa PPKM

– Transportasi umum: pelaku perjalanan akan dilakukan tes acak rapid test antigen oleh Satgas COVID-19 daerah bila diperlukan

– Transportasi udara: wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam, atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Anak-anak tak wajib tes corona

Dalam SE ini, juga mengatur anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan. Demikian pula bagi pelaku perjalanan darat atau laut yang masih satu wilayah tidak diwajibkan tes corona

Namun, aturan ini hanya diberlakukan bagi perjalanan yang bertujuan melayani pelayaran di lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi.
Aturan ini juga dikeluarkan pada pelaku perjalanan darat, baik pribadi maupun umum, dalam satu wilayah perkotaan.

“Nantinya, Satgas COVID-19 di daerah akan ikut melakukan tes acak apabila diperlukan,” papar Doni.

Suasana Bandara Soekarno-Hatta saat penerapan PSPB beberapa waktu lalu (Foto: Suara.com)

Aturan Bagi Pelaku Perjalanan ke Daerah Lain:

– Pelaku perjalanan darat: penumpang yang menggunakan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen bila diperlukan oleh Satgas COVID-19 daerah.

– Pelaku perjalanan udara: penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam, atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

– Pelaku perjalanan laut: penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif pada rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

– Pelaku perjalanan dengan transportasi pribadi: diminta melakukan tes RT PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga  Sebaran Virus Covid-19 di Indonesia, DKI Jakarta Masih Tertinggi

– Wajib mengisi e-HAC: seluruh pelaku perjalanan dengan moda transportasi apa pun diminta mengisi formulir e-HAC (Health Alert Card) Indonesia.

Sementara itu, bagi pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala COVID-19 tidak akan diizinkan melanjutkan perjalanan, meski telah menyertakan hasil negatif RT-PCR maupun rapid test antigen. Selanjutnya, dia akan diminta melakukan tes RT-PCR untuk diagnostik dan melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan keluar.

“Pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum yang selaras dengan surat edaran ini,” pungkas Kepala BNPB itu. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed