oleh

Sidekem Aplikasi Desa Digital Pemalang, Kenapa Ganti yang Mahal?

Pemalang – Rapat koordinasi (rakor) kepala desa (Kades) se Kabupaten Pemalang yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jum’at (9/4), salah satunya membahas program unggulan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang mengenai Desa Digital (Dedi).

Dalam rakor Kades tersebutada kesempatan  kepada vendor untuk mengemukakan proposalnya mengenai digitalisasi desa. Selain memaparkan spesifikasi, kemudahan dan keunggulan aplikasi yang dimiliki juga membawa salah seorang kepala desa dari Bali untuk memberikan testimoni mengenai keunggulan program yang ditawarkan kepada vendor.

Di media sosial maupun grup WA beredar proposal penawaran aplikasi tersebut. Ada yang menawarkan 160 juta, 163 juta dan ada 165 juta. Menurut penawaran yang beredar dengan nilai 165 juta, akan mendapatkan aplikasi Smartdesa tanpa jaringan internet, Sewa Cloud Server Center dan asistensi operasional sistem, media dan publikasi.

Proposal penawaran aplikasi yang disampaikan oleh salah satu vendor dalam rakor Kades mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.

Dihubungi melalui saluran seluler, ada beberapa Kades yang belum dapat menjawab apakah menerima atau menolak karena harus dimusyawarahkan dengan masyarakat, bisa melalui musyawarah desa luar biasa.

Akan tetapi ada beberapa Kades yang memang keberatan dengan program yang ditawarkan oleh vendor.

Salah satu Kades yang tidak berkenan disebut namanya mengungkapkan program yang diusung oleh pemkab Pemalang mengenai desa digital, dia bersama warga masyarakat akan mendukung. Tetapi bila diminta membeli aplikasi tersebut merasa keberatan.

“Kalau dari sudut pandang saya, aplikasi yang ditawarkan kemarin bagus, cuma kenapa kita harus membeli dengan biaya yang cukup mahal sedangkan kita punya Sidekem (sistem informasi Desa dan Kawasan Pemalang) yang setiap desa sudah ada. Mungkin alangkah bijaknya kita kembangkan Sidekem untuk menuju desa digital” katanya.

Baca Juga  Festival Anggoro Kasih Warnai Pelantikan Penjabat Kades Sodong Basari

Lebih lanjut Kades ini mengusulkan agar setiap desa diberikan keleluasaan dalam berinovasi digital, dimana setiap desa mempunyai kebijakan masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing desa.

Kades ini juga menceritakan kalau pernah diajak oleh Kementrian Kominfo RI untuk studi banding di Tasikmalaya mengenai pemanfaatan desa digital yang ternyata merupakan pengembangan dari Sidekem.

“Kami pernah melakukan studi banding ke Tasikmalaya, disana ada pemanfaatan desa digital pengembangan dari sidekem” jelasnya.

Rakor Kades kemarin juga dikritisi oleh Pendiri Youth Pemalang Hammu Fauzi.

Menurutnya ada beberapa kejanggalan ketika vendor menawarkan aplikasi digitalisasi desa tersebut.

Dengan membawa-bawa nama Kementrian Desa, vendor dalam memaparkan slidenya tidak berani mencantumkan logo kementrian desa.

Selain itu kejanggalan lagi ditemukan pada pemaparan succes story oleh kades Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali yang sudah bekerjasama dengan vendor penyedia aplikasi desa digital yang juga hadir pada kegiatan tersebut.

“Menurut kades tersebut aplikasi yang sedang di bahas dalam kegiatan tersebut merupakan aplikasi pelayanan yang bisa diakses oleh seluruh warga desa, namun setelah saya cek di play store, aplikasi tersebut hanya didownload oleh 1000 user, sedang yang di paparkan oleh kades tadi penduduknya berjumlah lebih dari 2000 jiwa, ini sangat aneh menurut saya, ” papar Hamu.

Hamu juga mengkritisi soal selebaran penawaran dari vendor aplikasi yang di bagikan kepada peserta rapat, menurutnya ada ketidak jelasan konsep pada kegiatan tersebut.

“Ini rapat atau pengkondisian pembelian aplikasi?, kalau pemaparan aplikasi mengapa Bupati harus mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang digitalisasi yang ditunjukan kepada seluruh kades dan camat .

Melihat carut marut tersebut, salah Edy, satu relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pemalang (RTIK) Kabupaten Pemalang juga bersikap, bagaimana kalau memberi kesempatan pada Puspindes untuk menyempurnakan Sidekem apabila dianggap Sidekem kurang lengkap.

Baca Juga  Seribu Orang Lebih, Unra Dugaan Kecurangan Pilkades E-Votting

“Potensi anak muda Pemalang dengan membuat program sidekem yang relatif murah ini perlu didorong. Apabila dirasa Program Sidekem belum sempurna, maka perlu masukan dari stakeholder agar Sidekem mampu menjadi aplikasi desa digital di Kabupaten Pemalang.” katanya. (RedG/SWE).

Komentar

Tinggalkan Komentar

1 komentar

  1. Kab Pemalang sdh punya SIDEKEM tinggal penyempurnaan dan pembenahan trtm utk akses NIK di Dirjen Adminduk yg sgt dibutuhkan utk memberikan pelayanan kpd masyarakat. Tmn-2 Puspindes dg difasilitasi Dinpernasdes telah melatih prgkt desa se kab. Pemalang utk mengaplikasi Sidekem termasuk utk Layanan Mandiri Desa (LDM)

News Feed