oleh

Sertifikasi Tour Leader Simbol Kepiawaian Memimpin Perjalanan Wisata

Penulis : Asep Amaludin, S. Pd., M. Si. (Dosen UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto/STEMBI Al Aziz iyah Randudongkal)

Pemalang – Wawasan dan pengalaman dalam memimpin perjalanan menjadi modal utama dalam sertifikasi Tour Leader. Dalam melakukan proses assesment , asesor menguji dengan berbagai pengalaman, wawasan, manajemen konflik bahkan manajemen risiko tercermin dalam materi uji kompetensi ini. Sehingga Kepiawaian Tour Leader (TL) yang dinyatakan kompeten dalam memimpin perjalanan wisata sudah tidak diragukan lagi.

Persoalan muncul diakibatkan banyak TL yang belum memiliki sertifikat TL sudah melanglang buana ke luar Jawa, bahkan ke luar negeri. Hal ini bisa mengakibatkan persoalan dikemudian hari ternyata ada pemeriksaan dari Dinas Pariwisata maupun dari pihak pihak terkait perjalanan wisata khusus nya wisata Nasional dan Internasional, tidak tanggung-tanggung dendanya bisa sampai jutaan. Ini yang perlu diperhatikan oleh tour leader dan pengguna jasa perjalanan wisata.

Profesi Tour leader pada masa pandemi covid’19 memiliki tingkat penurunan pendapatan yang signifikan. Ini dikarenakan ada penerapan protokol kesehatan bahkan PPKM. Pemerintah lantas juga tidak dapat disalahkan karena ini dilakukan demi keselamatan semua pihak.

Dalam pembentukan kader-kader pariwisata, Uji kompetensi ini juga dapat diperuntukkan untuk SMA sederajat maupun mahasiswa yang memiliki profil lulusan di bidang pariwisata. Sejatinya profesi tour leader diperuntukkan untuk seseorang yang memiliki tingkat kompetensi publik speaking yang bagus, humanis dan profesional.

Persoalan yang terjadi di profesi tour leader sangatlah kompleks, sehingga butuh karakter yang baik yang harapan nya menjadi karakter dasar bagi seorang TL adapun karakter tersebut adalah

Komunikatif

Seorang Tour leader harus bisa memberi informasi yang tepat dan lugas agar bisa dipedomani oleh para wisatawan. Disamping itu TL hendaknya mampu meramaikan suasana diperjalanan sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Baca Juga  Esensi dari Teori Kognitivisme

Problem Solver

TL harus bisa memecahkan masalah yang bersifat teknis, sehingga para wisatawan menjadi tenang dalam perjalanan wisata nya misalnya peserta sakit, barang hilang, bus mogok dll, diselesaikan dengan menggunakan prinsip kesehatan dan keselamatan peserta.

Disiplin

Dalam padatnya jadwal kegiatan, seorang TL harus mampu mengkoordinir peserta sesuai dengan waktu dan jadwal kegiatan. Ini menjadi penting karena semakin molor acara bisa menghambat kegiatan berikutnya bahkan bisa berakibat kegiatan berikutnya dibatalkan karena waktu. Ini akan berdampak kepada biaya dan kepuasan wisatawan.

Tanggungjawab

Peluang terjadinya konflik sangatlah besar, ini disebabkan banyak orang dengan berbagai karakter yang berbeda. Walaupun tidak semua masalah menjadi tanggung jawab TL tetapi masalah yang berkaitan akomodasi, transportasi dan pelayanan selama perjalanan wisata menjadi unsur tanggung jawab TL.

Sabar

Ketika banyak persoalan yang ditimpakan ke TL baik dari Biro perjalanan maupun wisatawan, walaupun terkadang bukan kesalahan TL maka profesi TL harus memiliki sifat sabar sehingga mampu menangani masalah dengan tenang dan kepala dingin.

Seorang TL yang memiliki karakter diatas akan lebih diminati dibandingkan TL yang hanya sekedar melaksanakan tugas. Itu sebabnya TL harus segera mengikuti uji kompetensi sehingga benar-benar mengerti tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin perjalanan wisata yang profesional.(RedG)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar