Sragen-Anggota Komisi IV DPRRI dari Fraksi PKB menyambangi Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen dalam rangka penyerapan Aspirasi masyarakat. Minggu, 15/11/2020.

Kepala Desa Glonggong Suwanto ,S.Pd. menyampaikan ucapan selamat datang atas Kehadiran Anggota Komisi IV DPRRI dari FPKB.

“Selamat Datang di Desa Glonggong Bu Luluk inilah keadaan desa kami yang masih perlu sentuhan dari aspirasi Ibu Luluk,” katanya.

Suwanto melanjutkan bahwa Desa Glonggong punya tempat yang strategis yaitu bekas pasar desa dengan luas kurang lebih 1 hektar.

“Kami ingin tempat itu jadi ikon desa. Rencana akan kita bangun wahana air. mohon dibantu untuk mewujudkan,” ungkapnya.

Ketua Gapoktan Desa Glonggong Kasno, S.Pd ketika memberikan sambutan melaporkan kondisi petani di desa tersebut yakni area sawah di Desa Glonggong sudah bagus namun peralatan kurang canggih, dia memohon solusi dari Luluk Nur Hamidah.

Terkait kartu tani awalnya tidak begitu diperlukan, namun mulai sekarang kami diminta pendataan oleh PPL dan saat ini sedang melakukan pendataan ulang kartu tani.

“Lahan pertanian ada sekitar 2.636 hektar untuk lahan padi, bisa tanam 3 kali dalam satu tahun, tapi sebagian lahan kesulitan air,” ujar Suwanto.

Dikatakannya, para petani sebagian sudah bisa membuat sumur dalam dengan summer sible bahkan petani yang tidak punya sumur rela dengan sistem bagi hasil yang kedua terkait pupuk, untuk dosis pupuk hampir setiap tahun turun maka perlu dukungan ternak untuk mendukung kekurangan pupuk dengan olahan pupuk organik, dengan luasan lahan pertanian yang ada.

“Jalan usaha tani sangat di perlukan karena selama ini ketika panen banyak petani yang ngojek untuk saluran irigasi sepanjang kurang lebih seribu meter perlu diperbaiki untuk mencukupi kebutuhan air,” tegasnya.

Ketua Karang Taruna Glonggong Suwito menyampaikan aspirasi dari pemuda yakni akan membuat kelompok budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan bekas irigasi yang tidak terpakai.

Ketika menanggapi hal tersebut politisi yang akrab di sapa Mbak Luluk menyampaikan beberapa hal bahwa sektor pertanian saat ini sebenarnya menemukan momen yang baik, bahkan menjadi satu satunya sektor yang paling tinggi menyumbang devisa.

Ditambahkannya sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan nasional persoalannya sampai saat ini hampir satu juta hektar lahan pertanian beralih fungsi, maka harus ada upaya yang sistematis untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Saat ini yang menjadi persoalan petani adalah ketersediaan pupuk, hal ini harus ada solusi terbaik bagaimana kebutuhan pupuk ini terpenuhi,” ujarnya.

Persoalan juga ketika regenerasi petani ini sangat terlambat maka segera disiapkan, kaum milenial harus dikenalkan pembangunan di bidang pertanian.

Komisi IV selalu mengingatkan kepada pemerintah untuk membuat langkah langkang setrategis untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Saya selaku anggota Komisi IV sudah menyalurkan alsintan senilai kurang lebih 26 milyar di Kabupaten Sragen” tegasnya.

Mbak Luluk berharap alat itu bermanfaat bagi petani dalam rangka meningkatkan hasil pertanian.

“Untuk wahana air saya akan sambungkan dengan kementerian yang membidangi, perlu dilihat dulu marketnya seperti apa, kemudian di sektor perikanan juga perlu dikembangkan, petani harus berdaya dan mandiri dalam menyiapkan pangan dalam rangka menyiapkan katahanan pangan nasional,” bebernya.

Pertemuan Gapoktan tersebut juga dihadiri koordinator PPL Kecamatan Gondang dan PPL Desa Glonggong.(RedG/Aris)

Tinggalkan Komentar